417 Desa Lebih di Jatim Rawan Bencana Alam

Amaluddin    •    Rabu, 10 Oct 2018 17:41 WIB
bencana longsorbencana banjir
417 Desa Lebih di Jatim Rawan Bencana Alam
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat hampir semua daerah di wilayahnya rawan bencana alam. Potensi bencana seperti, banjir, longsor, angin kencang, dan puting beliung.

"Jadi dari bencana-bencana itu, kami memetakan ada sekitar 417 desa di Jatim rawan bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, dikonfirmasi, Rabu, 10 Oktober 2018.

Namun, Suban belum bisa merinci ratusan desa rawan bencana yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota di Jatim itu. Ia hanya mengatakan bahwa secara umum ancaman bencana di Jatim sangat banyak. 

"Kalau kita melihat kajian risiko bencana di Jatim, ada 12 ancaman bencana mulai banjir, gempa bumi, kekeringan, tanah longsor, gunung berapi, kebakaran hutan, dan angin kencang atau puting beliung," kata Suban.

Suban mencontohkan, daerah yang rawan bencana banjir saat musim hujan, yaitu Surabaya, Mojokerto, Ngawi, Madiun, Lamongan, Tuban, Gresik, Pasuruan, Bondowoso, Sampang, Ponorogo, Pamekasan, dan Bojonegoro.

Kemudian banjir akibat dampak luapan air Kali Brantas adalah Malang, Jombang, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, dan Jember. Lalu Kabupaten Situbondo dan Bondowoso banjir akibat luapan Sungai Pekalen, dan Sampang, Madura, banjir dampak luapan Sungai Kemuning.

Selanjutnya banjir yang disebabkan rob (naiknya permukaan air laut), adalah Kabupaten Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Blitar, dan Kabupaten Malang. Daerah bagian selatan Jatim ini banjir akibat luapan air laut, mengingat daerah tersebut dikelilingi oleh laut. Selain banjir, di daerah tersebut juga rawan bencana gempa bumi.

Sedangkan daerah rawan longsor biasa terjadi di 22 Kabupaten/Kota di Jatim. Di antaranya Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Ngawi, Tuban, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Pacitan, Malang, Jombang, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, Jember, Sampang dan Pamekasan.

Kemudian daerah dampak bencana akibat gunung meletus adalah Blitar, Lumajang, Kediri, Malang, Probolinggo dan Pasuruan. Sedangkan bencana puting beliung hanya terjadi di empat daerah Ponorogo, Situbondo, Sidoarjo dan Bangkalan.

Sementara daerah yang mengalami kekeringan di Jatim adalah, wilayah Madura dan kawasan Tapal Kuda. Kawasan Tapal Kuda meliputi Kabupaten Lumajang, Sitobondo, Pasuruan, Bondowoso, Banyuwangi dan Probolinggo. Daerah lain di Jatim yang kekeringan antara lain Kabupaten Jember dan Pasuruan, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Madiun, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.

Daerah rawan diterjang bencana angin kencang atau puting beliung adalah, Surabaya, Malang, Tulungagung, Nganjuk, Jombang, Lamongan, Ngawi, Trenggalek, dan Pamekasan. Daerah tersebut rawan angin puting beliung karena faktor geografis dan berkurangnya vegetasi hutan yang berfungsi menghambat kecepatan angin. 



(ALB)