Bulog Malang Distribusikan 15 Ton Beras

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 03 Jan 2019 15:46 WIB
beras
Bulog Malang Distribusikan 15 Ton Beras
Ilustrasi beras di Gudang Bulog Sub Divre Malang, Kamis 3 Januari 2019.

Malang: Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divisi Regional (Sub Divre) Malang mendistribusikan sebanyak 15 ton beras medium. Beras tersebut digelontorkan untuk keperluan operasi pasar dan bakal disebar di tiga pasar di Kota Malang. 

Kepala Bulog Sub Divre Malang, Fachria Latuconsina mengatakan beras tersebut akan didistribusikan ke tiga pasar yang ada dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. yakni, Pasar Dinoyo, Pasar Besar, dan Pasar Blimbing.

"Hari ini kami turunkan 3 armada. Tidak menutup kemungkinan akan turun ke pasar tradisional yang lain dan juga ke kelurahan-kelurahan," katanya, Kamis 3 Januari 2019.

Fachria menambahkan beras ini didistribusikan untuk menjaga stabilisasi harga. Sehingga harga beras diharapkan dapat merata hingga ke seluruh kelurahan.

"Selain beras medium, kami juga menyediakan beras kualitas premium. Sehingga, masyarakat bisa memilih apakah membeli beras medium atau premium. Selain operasi pasar beras medium, kami juga menyediakan komoditi lain, seperti minyak, gula, dan tepung terigu," bebernya.

Disisi lain, Fachria mengaku bahwa harga beras yang dijual pada operasi pasar ini dibawah harga pasar. Untuk beras medium di gudang bulog harganya mencapai Rp 8.100 per kilogram. Sedangkan, beras medium yang sudah dikemas 5 kiloan harganya sekitar Rp 8.500 per kilogram

"Beras ini sengaja dikemas 5 kiloan agar masyarakat tidak terlalu sulit membawanya. Untuk beras premium harganya Rp10.500 per kilogram," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan peluncuran ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras premium di Gudang Bulog Sub Divre Malang ini untuk menjamin ketersediaan, stabilitas harga dan jangkauan masyarakat terjaga. 

"Ketiga hal tersebut tidak bisa berdiri sendiri-sendiri, saling berkaitan satu sama lain. Apa artinya ketersediaan bahan kalau ternyata harga juga tidak bisa dijaga secara seimbang," katanya.

"Pun demikian stok ada, tapi masyarakat juga sulit menjangkaunya. Jadi ketiga-tiganya, harus mampu dijaga secara selaras, itu yang akan memberikan kontribusi kuat bagi pengendalian inflasi," ungkapnya.

Sutiaji menjelaskan maksud dan tujuan dari peluncuran tersebut, yaitu untuk memastikan ketersediaan beras di Kota Malang selama 6 bulan kedepan. Sebab saat ini, stok beras masih tersedia sebanyak 26.000 ton beras.

"Kami berharap dengan adanya operasi pasar ini dapat memastikan harga yang sebenarnya, sehingga tidak ada lagi permainan harga di pasar. Harus terus bahu-membahu diantara kita semua, dan masyarakat tidak usah ragu terkait dengan ketersediaan bahan pokok makanan," pungkasnya.





(ALB)