Penembakan Subaidi Bukan Lantaran Beda Pandangan Politik

   •    Rabu, 28 Nov 2018 09:50 WIB
pembunuhanpilpres 2019
Penembakan Subaidi Bukan Lantaran Beda Pandangan Politik
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera (Foto: Metro TV)

Jakarta: Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera menyebut beda pandangan politik bukan satu-satunya alasan Idris menembak mati Subaidi, warga Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur. Menurut Frans kepolisian tidak akan berpijak hanya pada keterangan Idris.

"Pengakuannya (tersangka) karena status korban di media sosial tetapi terlalu dini menyimpulkan penembakan hanya terkait pandangan politik. Polisi tidak akan berpijak pada pengakuan tersangka," ujarnya melalui sambungan satelit dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 28 November 2018.

Frans mengatakan sebelum penembakan ada rangkaian peristiwa yang mendahului. Pertama, antara pelaku dan korban sudah saling mengenal sehingga ketersinggungan hanya karena status di media sosial bukan satu-satunya faktor pemicu kemarahan. 

Kedua, kata Frans, sebelum membunuh Subaidi, pelaku juga mendatangi seorang kawan yang berprofesi sebagai perawat untuk bertanya sesuatu yang diduga terkait dengan Subaidi. Perawat tersebut pun telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Ketiga, dalam rangkaian peristiwa penembakan, pelaku terlebih dulu menabrak kendaraan yang ditunggangi oleh korban di suatu jalan yang diduga telah dipersiapkan.

"Kalau merunut ke belakang ditambah ada pertemuan dengan beberapa orang akhirnya kami menyimpulkan bahwa Idris adalah pelaku pembunuhan berencana terhadap Subaidi. Polisi menyimpulkan pembunuhan ini sudah dipersiapkan sebelumnya," pungkasnya.

Pada 22 November 2018 Subaidi tewas akibat tertembus timah panas yang ditembakkan oleh Idris. Pengakuan Idris, penembakan akibat perbedaan pilihan politik dalam Pilpres 2019 di media sosial. 




(MEL)