BI Ingin Generasi Milenial Kembangkan Ekonomi Digital

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 08 Nov 2018 14:19 WIB
BI Goes to Campus
BI Ingin Generasi Milenial Kembangkan Ekonomi Digital
Direktur Dapartemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Kamis, 8 November 2018. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq.

Malang: Bank Indonesia (BI) memberikan sosialisasi tentang ekonomi digital kepada ribuan mahasiswa dalam acara BI Goes to Campus 2018 di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur.

Direktur Dapartemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat mengatakan ekonomi digital adalah ekonomi yang berbasis teknologi digital. Yakni menggunakan internet, intranet, dan teknologi lainnya untuk dunia bisnis.

"Kita bisa memanfaatkannya di bidang penjualan produk, menjangkau pelanggan yang lebih besar, kemudian melakukan kolaborasi antar bisnis. Ini yang disebut E-Bisnis dan E-Commerce," kata Arbonas di sela-sela acara, Kamis, 8 November 2018.

Baca: BI Gelar Goes to Campus di Universitas Brawijaya

Arbonas menjelaskan ekonomi digital harus terus didorong. Sebab, menurutnya, ekonomi digital di era industri 4.0 adalah sebuah peluang yang besar terutama bagi perekonomian di Indonesia.

Menurut data yang dihimpun Arbonas, peluang perkembangan ekonomi digital diproyeksikan menyumbang Rp150 miliar ke produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Apalagi jumlah pengguna smartphone menyentuh angka 55 juta orang atau 25 persen populasi di Indonesia.

"Data penjualan e-commerce di Indonesia mencapai USD7 miliar pada 2017 lalu dan naik sekitar 18, 2 persen per tahunnya. Sehingga diproyeksikan pada 2022 penjualan bisa mencapai USD16,5 miliar," jelas Arbonas.

Menurut Arbonas, data tersebut sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sehingga, BI bersama pemerintah beranggapan bahwa ekonomi digital perlu dikembangkan.

"Untuk itu strategi pertamanya kita harus mengkomunikasikan apa ekonomi digital dan kegiatan BI Goes to Campus ini bagaimana kami menjelaskan kepada masyarakat apa yang dimaksud dengan ekonomi digital manfaat tantangan dan peluangnya, kemudian dari sjsi regulasinya," kata Arbonas.

Arbonas menjelaskan peran generasi muda sangat besar dalam perkembangan ekonomi digital. Sebab, generasi milenial khususnya mahasiswa dinilai sangat terbuka dan adaptif terhadap perubahan teknologi dan informasi. 

"Kita lihat penggunaaan gadget besar di anak muda juga besar dan yang paling penting anak muda itu memiliki kreativitas terutama mahasiswa. Kita juga harapkan mereka memiliki jiwa kewirausahaan," jelasnya.

"Mudah-mudahan dengan cara ini kami dapat memotivasi kaum mikenial untuk lebih terbuka pikirannya bahwa ekonomi digital ini adalah suatu hal yang dapat meningkatkan semangat entrepreuneurship dan tingkat perekonomian kita," pungkasnya.


(DEN)