Sering Digerebek, Panti Pijat Plus Tetap Beroperasi

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Selasa, 18 Oct 2016 13:56 WIB
prostitusi
Sering Digerebek, Panti Pijat Plus Tetap Beroperasi
Tersangka dan terapis diamankan di Mapolrestabes Surabaya. (Foto: MTVN/Rosyid)

Metrotvnews.com, Surabaya: Meski beberapa kali digerebek petugas, usaha panti pijat yang menyediakan layanan plus-plus di Kota Surabaya masih beroperasi. Senin 17 Oktober 2016, Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap pemilik panti pijat di wilayah Patemon, Surabaya.

Tersangka STL, 53, pemilik Panti Pijat Melati, sudah sekitar sepuluh tahun mengoperasikan usaha pijat dan memiliki tiga anak asuh perempuan. Setiap hari, anak asuhnya melayani laki-laki untuk pijat.

"Tarifnya kalau pijat biasa Rp100 ribu. Itu dibagi antara pemilik panti Rp50 ribu dan pemijat atau terapis Rp50 ribu," kata Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno, di Surabaya, Selasa (18/10/2016).

Ternyata usaha panti pijat itu tidak hanya menyediakan pijat biasa. Ada 'plus-plusnya', tergantung keinginan pelanggan. Tarifnya juga berbeda dengan pijat biasa. Jika ditambah layanan plus, tarifnya sekitar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu.

"Itu juga setelah negosiasi harga dengan pemilik panti pijat," kata Bayu.

Dijelaskan Bayu, apa yang dilakukan tersangka STL merupakan perbuatan perdagangan orang dan melanggar pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP tentang perbuatan cabul dan mencari keuntungan dari pelacuran. Kini STL diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

"Kalau yang terapisnya kami akan memberikan pembinaan," ungkapnya.



(MEL)