Jatim Diharapkan Jadi Pilot Project Sistem E-Voting di Pilgub 2018

Amaluddin    •    Kamis, 02 Feb 2017 21:42 WIB
pilkada serentakrevisi uu pilkada
Jatim Diharapkan Jadi Pilot Project Sistem E-Voting di Pilgub 2018
ilustrasi MEtrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Pansus RUU Pemilu berharap Jawa Timur menjadi pilot project untuk sistem e-Voting pada Pemilihan Gubernur Jatim 2018 mendatang.  

Pernyataan itu disampaikan anggota Pansus RUU Pemilu, Fandi Utomo dari Fraksi Partai Demokrat dalam pertemuan bersama Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, mewakili Pemprov Jatim, KPU Jatim, Bawaslu Jatim, Polda Jatim, Kodam V/Brawijaya, Kejati Jatim dan Pengadilan Tinggi Jatim.

"Saya berharap Pilpres dan Pileg 2019 nanti menggunakan e-voting dan dimulai dari Jatim. Karena e-voting ini bisa meminimalisir berbagai bentuk kecurangan seperti yang terjadi selama ini. Dan jika memungkinkan Pilgub Jatim 2018 nanti bisa diujicobakan e-Voting," kata Fandi, di lokasi, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis, 2 Februari 2017. 

Jika Jatim sukses dengan sistem e-Voting, lanjut Fandi, maka akan diusulkan dipakai secara nasional. "Secara teknologi kita sebenarnya sudah lebih dari siap, dan untuk Jatim sendiri saya kira secara geografis tidak akan menjadi kendala karena untuk mengirim data secara elektronik, sinyal yang dibutuhkan tidak sebesar sinyal untuk menelpon," kata anggota DPR RI Komisi II itu.

Dia mencontohkan, saat ini apilkasi Whatsapp (WA) sudah bisa dijangkau di seluruh pelosok Jatim hingga daerah terpencil. "Jadi tidak ada alasan jika kita belum siap menggunakan e-Voting, karena sistem ini lebih terbuka dan bisa diakses oleh siapapun. Kalau ada yang ngotot menolak sistem e-Voting, maka patut dicurigai orang ini termasuk yang suka memainkan surat suara," katanya.

Menurut Fandi, sistem e-voting sudah diterapkan di negara India, yang penduduknya lebih banyak dari Indonesia. Kemudian tingkat kemiskinannya lebih banyak dan disparitas antar wilayah di India juga sangat tinggi. "Dan pemilihan di India telah menggunakan e-Voting. Bahkan sudah dua kali pemilu India melakukan e-Voting. Masa kita tidak bisa?," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, mengaku setuju dengan sistem e-voting. "Mau tidak mau pada akhirnya nanti pasti kita akan menggunakan sistem e-voting, karena perkembangn teknologi saat ini kian pesat," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Nantinya, kata Gus Ipul, sistem e-voting ini akan diberlakukan secara bertahap. “Mungkin nanti untuk Pilgub bisa dilakukan di kota-kota besar dulu seperti Surabaya, Malang dan Madiun. Tahun ini kita juga sudah menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Jatim sudah 100 persen, maka untuk Pilgub nanti saya kira tidak ada yang tidak mungkin," pungkasnya.



(ALB)