Kantor Mitra Pelindo III Kembali Digeledah

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Rabu, 09 Nov 2016 16:34 WIB
Kantor Mitra Pelindo III Kembali Digeledah
Petugas Saber Pungli saat menggeledah kantor PT Ankara di Surabaya. Foto: Metrotvnews.com/Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Kasus pungutan liar (pungli) di PT Pelindo III Surabaya kembali ditindaklanjuti Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Polri, Rabu 9 November 2016. Tim yang terdiri dari anggota Polri, Polda Jatim, dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini menggeledah kantor PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Penggeledahan mulai dilakukan pukul 10.00 WIB. Dua jam kemudian petugas mengakhiri penggeledahannya. Penggeledahan dilakukan di ruangan Direktur Keuangan PT TPS dan beberapa ruangan lainnya. Beberapa barang dan dokumen diangkut sebagai barang bukti untuk proses penyidikan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanette, mengatakan penggeledahan ini dilakukan untuk menambah barang bukti dari kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direktur Bisnis dan Operasional PT Pelindo III Rahmat Satria beberapa waktu lalu. Petugas masih perlu menambah barang bukti untuk memperkuat penyidikan.

“Barang-barang yang kami sita ini nantinya akan dijadikan bahan melengkapi berkas penyidikan,” katanya, di Surabaya, Rabu (9/11/2016).

Baca: Diduga Pungli, Polisi Tangkap Direktur Pelindo III

Takdir mengatakan, dalam kasus ini, telah ditetapkan tiga tersangka, yakni Direktur Operasional dan Bisnis PT Pelindo III Rahmad Satria, Direktur Utama PT Ankara berinisial AH, selaku mitra dari PT Pelindo III. Sayangnya, Takdir enggan membeberkan satu tersangka lagi.

“Sekarang masih dalam pemeriksaan penyidik. Yang pasti ada tiga tersangka,” ujarnya.

Kepala Bagian Humas PT TPS, M. Soleh, mendukung upaya polisi dalam memberantas pungli. Pihaknya akan kooperatif jika sewaktu-waktu dibutuhkan petugas.

"Kita sangat kooperatif karena penggeledahannya sudah dilakukan dua kali, salah satunya saat malam sekitar dua minggu lalu," ujar Soleh. 

Sebelumnya, Satgas Saber Pungli menggeledah kantor PT Pelindo III, Selasa 1 November. Dalam penggeledahan itu polisi menemukan sejumlah barang bukti. Salah satunya uang tunai Rp600 juta. Polisi juga menetapkan AH dan RS sebagai tersangka.

Pungli itu mereka lakukan dengan meminta uang kepada para pengirim barang dalam peti kemas yang akan memasukkan barang ke Pelabuhan Tanjung Perak. Modus itu mudah dilakukan karena keduanya merupakan pejabat PT Ankara selaku mitra PT Pelindo III. Nilai pungli bervariasi mulai dari Rp500 ribu hingga R2 juta untuk setiap peti kemas.


(UWA)