3 Warga Sidoarjo Rugi Miliaran Rupiah Tertipu Investasi Bodong

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 04 Oct 2016 17:10 WIB
investasi bodong
3 Warga Sidoarjo Rugi Miliaran Rupiah Tertipu Investasi Bodong
Tiga korban penipuan berkedok investasi, didampingi pengacaranya, mendatangi Mapolres Sidoarjo, Selasa (4/10/2016). Foto: Metrotvnews.com/Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Tiga korban penipuan investasi bodong melapor ke Mapolres Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka mengaku rugi miliaran rupiah karena tergiur bunga yang tinggi.

Ketiganya antara lain Maria Ulfa, 39, warga Dusun Kedunglo Kecamatan Prambon, Hindun Afifah, warga Desa Kedungwonokerto Kecamatan Prambon, dan Painten, 48, warga Desa Doplangtretek, Kecamatan Prambon. Kedatangan mereka didampingi pengacara. 

Mereka melaporkan Devi Erie Susanti, 39, warga Dusun Glonggong Desa Kedungkembar Kecamatan Prambon yang diduga sebagai otak di balik penipuan itu. 

"Bukan hanya kami yang menjadi korban karena banyak orang yang menagih ke rumah pelaku. Tapi, yang melapor baru kami," kata Maria Ulfa saat ditemui di Mapolres Sidoarjo, Selasa (4/10/2016). 

Maria mengatakan investasi yang dikelola Devi sudah berjalan hampir satu tahun. Selama itu dia mengaku menyerahkan uang Rp800 juta. Hindun mengaku menyerahkan Rp35 juta dan Painten Rp200 juta. Menurut Maria, dia baru dua kali menyerahkan uang tersebut. 

"Pertama Rp600 juta dan yang kedua Rp200 juta. Kita diiming-iming bunga 10 persen dari jumlah uang yang kita investasikan. Uang yang saya setorkan itu hasil utang ke bank," kata dia.

Maria mengaku percaya karena rumah pelaku tak jauh dari rumahnya. Pelaku juga mengaku sebagai penyuplai ayam di PT Ciomas Adisatwa di Kecamatan Balongbendo, Wonoayu (Sidoarjo), Pasuruan, dan Jombang. 

"Kami belum menikmati hasil dan modalnya pun tak pernah kembali," ujarnya.

Penasehat hukum ketiga korban, M. Sholeh, mengatakan modus penipuan seperti ini sudah sering terjadi. Apalagi setelah ditelusuri ke perusahaan yang bersangkutan, tak ada penyuplai bernama Devi Erie Susanti.

"Kami berharap polisi bisa menangkap pelakunya. Jangan sampai ada korban baru," kata dia.

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah dilaporkan ke Mapolsek Prambon. Namun, penyelidikan tak berlanjut karena tak tergolong pada kasus penipuan. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memeriksa berkas laporan pelapor.


(UWA)