Mantan Pengikut Akui Taat Pribadi Jual Kotak ATM

Muhammad Yakub    •    Kamis, 06 Oct 2016 17:30 WIB
dimas kanjeng taat pribadi
Mantan Pengikut Akui Taat Pribadi Jual Kotak ATM
Gerbang Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Metrotv

Metrotvnews.com, Lamongan: Warga yang hendak menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi harus menyerahkan mahar berupa sejumlah uang. Selain itu, warga juga harus membeli sebuah gelang dan kotak ATM.

Demikian sekelumit pengakuan dari Supeno, warga Lamongan, yang pernah menjadi pengikut Taat Pribadi. Supeno mengatakan bukan hanya ia yang menjadi pengikut. Setidaknya 30 warga dari berbagai kecamatan di Lamongan menjadi pengikut Taat Pribadi.

Supeno mengaku mendapatkan uang lebih banyak menjadi alasan mereka bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. 

Awalnya, kata Supeno, ia dan adiknya bergabung dengan padepokan yang berlokasi di Probolinggo itu. Keduanya harus membayar uang administrasi Rp500 ribu untuk menjadi pengikut.

Selain itu, mereka harus membeli gelang seharga Rp250 ribu. Calon pengikut juga harus membeli kotak ATM senilai Rp150 ribu.

"Katanya, dari kotak itu bisa mengeluarkan Rp1,5 juta setiap hari," terang Supeno yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk itu di rumahnya di Dusun Talun, Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Kamis (6/10/2016).

Namun belakangan, Supeno menyadari ditipu Taat Pribadi. Ia bersama adiknya keluar dari padepokan.

"Sudah setahun ini kami tidak ikut lagi," kata Supeno.

Sementara itu Polda Jatim mendapat laporan dari warga yang mengaku ditipu Taat Pribadi. Namun Polda masih menyelidiki laporan tersebut dan belum menetapkan Taat Pribadi sebagai tersangka kasus penipuan.

Hingga kini, Taat Pribadi masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap dua pengikutnya. Taat Pribadi diduga sebagai otak dari pembunuhan kedua korban.

M Yakub


(RRN)