Jejak Obat Palsu Belum Tercium di Jatim

Amaluddin    •    Jumat, 16 Sep 2016 15:44 WIB
obat palsu
Jejak Obat Palsu Belum Tercium di Jatim
Ilustrasi. Foto: Antara/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Surabaya: Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) bersama Dinas Kesehatan Jawa Timur tengah menelusuri obat-obatan palsu di wilayahnya. Hal itu dilakukan menyusul ditemukannya sejumlah gudang produksi obat-obatan palsu di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja, Balaraja, Banten.

"Sampai saat ini kami belum menemukan obat-obatan seperti yang ditemukan di Balaraja. Kami bersama kepolisian dan Dinas Kesehatan terus menelusuri," kata Kepala BPOM Jatim, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, Jumat (16/9/2016).

Meski demikian, kata Bagus, BPOM Jatim menemukan obat-obatan tanpa izin edar (TIE). Beberapa toko obat juga terbukti melanggar karena tidak mendapat izin.

"Data detailnya saya tidak ingat karena saya sedang di jalan. Tapi, yang jelas, pelanggar hanya ditindak secara administratif," katanya.

Tim gabungan Bareskrim dan Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan lima gudang produksi dan distribusi besar di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja, Balaraja, Banten pada 2 September. Tim menyita seisi gudang dan menyegel gudang itu.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan mayoritas temuan adalah obat yang menimbulkan efek halusinasi. Tim juga menemukan obat tradisonal tanpa izin edar dan mengandung bahan kimia berbahaya dengan berbagai merek, yaitu Pae, African Black Ant, New Anrant, Gemuk Sehat, dan Nangen Zengzhangsu.

Dari lima gudang di Balaraja, tim gabungan menyita alat-alat produksi obat ilegal yakni mixer, mesin pencetak tablet, mesin penyalut, mesin stripping, dan mesin filling. Selain itu, tim menemukan bahan baku obat, bahan kemasan, obat jadi, dan obat tradisional siap edar bernilai lebih dari Rp30 miliar.

 


(UWA)