4 Pengedar Sabu Berkedok Jilbab Mengaku Hanya Kurir

Syaikhul Hadi    •    Senin, 29 Aug 2016 20:20 WIB
sabu
4 Pengedar Sabu Berkedok Jilbab Mengaku Hanya Kurir
Empat tersangka pengedar sabu dua kilogram melalui Bandara Juanda Surabaya saat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Senin (29/8/2016). Foto: Metrotvnews.com/Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Empat pengedar sabu berkedok jilbab mengaku hanya disuruh mengantarkan pesanan barang haram dari seorang bernama Roslina yang diketahui berasal dari Aceh. Sekali antar, masing-masing pelaku mendapat imbalan Rp7,5 juta. 

Salah satu tersangka, Ayunda, 33, warga Jalan Sukasari kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, mengatakan dirinya baru dua kali menjadi kurir sabu. Pertama, dengan tujuan yang sama yakni di Madura, Jawa Timur. Namun, saat itu dia tak tertangkap.

"Apes Pak, baru dua kali ini. Tapi yang pertama sedikit barangnya," kata Ayunda, ditemui di Kejari Sidoarjo, Senin (29/8/2016). 

Ayunda menyatakan aksinya berjalan atas perintah Roslina melalui sambungan telepon seluler. Untuk menyembunyikan barang haram di jilbab pun, diperintah Roslina. Selain di dalam jilbab, keempat tersangka itu menyembunyikan sabu di kaus kaki dan celana dalam. 

"Tujuannya Madura. Tapi setelah sampai di bandara, saya masih menunggu kabar (di telepon), lalu nanti diarahkan," katanya.

Qoriyah binti Ruskandar, 27, tersangka asal Dusun Pulo, kKelurahan Mangin, Kecamatan Karang Ayung, Grobogan, Jawa Tengah, bercerita beda. Dia mengaku korban dari Roslina. 

Dalam keterangannya, dia mengaku sengaja mengantar barang haram tersebut lantaran pada waktu pertama kali mengantarkan barang tersebut, imbalan pun tak diterima. 

"Yang pertama itu saya enggak dikasih. Nah, biar dikasih saya disuruh mengantarkan lagi. Katanya biar dapatnya double," kata Qoriyah di hadapan petugas.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, M. Sunarto, mengatakan, dari keempat tersangka, ada yang mengidap HIV/AIDS.

BNN Jawa Timur menangkap empat perempuan berjilbab yang menyembunyikan sabu saat keluar dari Terminal I Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Selasa, 3 Mei 2016. Masing-masing tersangka membawa sabu 500 gram yang disembunyikan di jilbab dan celana dalam. 

"Barang ini berasal dari Aceh dan hendak dibawa ke kawasan Madura, Jawa Timur. Untuk diedarkan kembali," kata Kasie Intel Kejari Sidoarjo, Andri Tri Wibowo. 

Keempat tersangka itu adalah Lizamaiza Safira, 19; Nur Fazilah, 27; Qoriyah, 27; dan Ayunda Linarti, 33. Hari ini BNN Jawa Timur melimpahkan berkas keempat tersangka itu ke Kejari Sidoarjo.


(UWA)