25 Ambulans Desa di Jember Belum Berdokumen

Kusbandono    •    Senin, 19 Mar 2018 19:26 WIB
kasus korupsi
25 Ambulans Desa di Jember Belum Berdokumen
Ambulans desa yang terparkir di kantor Dinkes Kabupaten Jember. Foto: Medcom.id/Kusbandono

Jember: Sebanyak 170 dari 195 ambulans desa yang dibeli Pemerintah Kabupaten Jember dan tengah dalam diperiksa Polda Jawa Timur terkait dugaan korupsi telah berdokumen lengkap. Sementara 25 kendaraan lainnya belum berdokumen.

"Prinsipnya kami (Satlantas Polres Jember) mengeluarkan surat kelengkapan kendaraan itu setelah menerima dokumen lengkap seperti impor barang form A, SRUT dan SUT baru kita proses untuk STNK maupun BPKB-nya," Kaur Regident Satlantas Polres Jember, Ipda Ahmad Fahmi kepada Medcom.id, Senin, 19 Maret 2018.

Dia mengakui hingga saat ini belum ada surat kelengkapan yang masuk. Kepolisan hanya menunggu Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mengurus dokumen.

(Baca: Polisi Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans Desa di Jember)

Lebih jauh Fahmi juga mengatakan, meski kasus pengadaan ambulans desa ini saat ini dalam proses pemeriksaan. Dinas Kesehatan ataupun pemerintah desa sebenarnya sudah bisa mempergunakan ambulans tersebut. Belum lagi dugaan korupsi pengadaan ambulans desa ini belum naik ke tahap penyidikan.

"Masih belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kalau sudah ada tersangkanya jadi barang bukti.

Polda Jawa timur terjunkan Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk menindaklanjuti dugaan korupsi pengadaan ambulans desa. Selain memeriksa kondisi ambulans, tim juga meminta klarifikasi terkait proses pengadaan ratusan‎ mobil ambulans.

Pengadaan ambulans desa merupakan realisasi janji kerja Bupati Jember Faida dengan program satu desa satu ambulans. Pemkab Jember berencana mengadakan 248 ambulans, sesuai jumlah desa yang ada di Jember.

Program ini diluncurkan pada 10 November 2017 dengan jumlah 40 ambulans. Pada bulan berikutnya, diluncurkan lagi sebanyak 10 ambulans. Hingga akhir tahun 2017, pengadaan ambulans sudah mencapai 195 ambulans.

Dalam perkembangannya, ratusan ambulans harus 'masuk kandang' karena belum memiliki nomor polisi dan diuji KIR. Kendaraan tersebut sampai saat ini masih terparkir di halaman kantor Dinas Kesehatan Jember.

Pada tahun 2018 ini, Pemkab Jember kembali mengadakan 53 ambulans desa. dengan total anggaran Rp16,81 miliar.


(SUR)