Gunung Ijen 3 `Batuk` Sebelum Semburkan Gas Beracun

Kusbandono    •    Jumat, 23 Mar 2018 09:21 WIB
keracunan gasgunung ijen
Gunung Ijen 3 `Batuk` Sebelum Semburkan Gas Beracun
Pemandangan kawah gunung ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. (MI/Panca Syurkani)

Jember: Kepala Resor Taman Wisata Alam Kawah Ijen dan KSDA Sigit Airwibowo mengungkap, sebelum terjadi semburan gas beracun dari Kawah Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, sempat terjadi letusan. 

"Terjadi letusan freatik dan terdengar letusan tiga kali di Pondok Bunder yang berjarak 1,5 kilometer dari Kawah Gunung Ijen," tutur Sigit saat dihubungi Medcom.id, Jumat 23 Maret 2018. 

Sigit meneruskan, akibat ledakan tersebut Kawah Ijen kemudian menyemburkan asap mengandung gas beracun yang mengakibatkan puluhan warga di Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, keracunan. 

"Asap tersebut kemudian berhembus mengikuti arah angin yakni menuju Bondowoso," kata Sigit.

Baca: Puluhan Warga Keracunan Gas Gunung Kawah Ijen

Saat ini, kata Sigit, status Gunung Ijen masih normal meskipun tercatat aktivitas vulkanik meningkat. Kini, untuk mencegah bertambahnya korban maka jalur pendakian menuju Kawah Ijen ditutup sementara. 

"Sejak hari ini kami memutuskan menutup pendakian menuju kawah," ujarnya. 

Sekitar 30 warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Ijen dibawa ke Puskemas Ijen dan RSU dr Koesnadi akibat keracunan gas. Sementara itu, warga yang tinggal di Dusun Margahayu, Dusun Watucapil, dan Dusun Kalianyar terpaksa mengungsi di Kecamatan Ijen. 

Mengantisipasi berbagai kemungkinan, BPBD Bondowoso bersama TNI, Polri, SKPD, SAR, Tagana, dan relawan mengevakuasi warga dan memberikan 25 ribu masker. Sebanyak 20 mobil ambulan dari sejumlah Puskesmas disiagakan di sekitar Desa Sempol. Dapur umur dan pos kesehatan telah didirikan.

Baca: Mengeluarkan Gas Beracun, Kawah Ijen Ditutup Sementara


(LDS)