Gus Ipul Desak Kemenlu Minta Penjelasan Arab Saudi Soal Zaini Misrin

Amaluddin    •    Selasa, 20 Mar 2018 19:52 WIB
eksekusi matiperlindungan wni
Gus Ipul Desak Kemenlu Minta Penjelasan Arab Saudi Soal Zaini Misrin
Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Foto: Medcom.id/Amaluddin

Surabaya: Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) meminta penjelasan pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan eksekusi mati seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Muhammad Zaini Misrin, 18 Maret kemarin. Sebab eksekusi dilakukan di tengah proses Peninjauan Kembali (PK).

"Kami sangat mendukung kalau Kemenlu menyatakan keberatan-keberatan serta meminta penjelasan ke pemerintah Arab Saudi," kata Gus Ipul, di Surabaya, Selasa, 20 Maret 2018.

Hari ini, Gus Ipul mengaku telah takziah ke kediaman keluarga Zaini di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Ia mengaku prihatin terhadap eksekusi mati tersebut, dan berharap kasus serupa tak terjadi lagi. 

"Pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi warganya, baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Baca: Eksekusi Mati Zaini Misrin Dilakukan di Tengah Proses PK

Meski demikian, Wagub Jatim non aktif itu memahami bahwa Arab Saudi tidak memiliki kewajiban memberikan pemberitahuan konsuler untuk pelaksanaan hukuman mati. 

Namun, kata dia, sebagai dua negara yang mempunyai hubungan baik, baik politik maupun kultural, termasuk antara pemimpin dan antarmasyarakat, maka seharusnya dilihat dari konteks lebih luas dengan melakukan notifikasi eksekusi.

"Tapi saya sempat melihat sesuatu yang aneh, karena saat keluarga berkunjung ke Arab Saudi pada Januari 2018, terdapat kabar bahwa upaya peninjauan kembali kasus yang menimpa Zaini Misrin diterima. Tapi sekarang dieksekusi," katanya.

Baca: Keluarga Ikhlas Merelakan Zaini Dieksekusi Mati

Pemerintah Arab Saudi telah mengeksekusi Zaini Misrin di Mekkah pada Minggu pukul 11.30 waktu setempat atau pukul 15.30 WIB. Zaini Misrin, 53, merupakan warga asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang bekerja sebagai sopir di Arab Saudi ditangkap oleh Polisi setempat pada 13 Juli 2004.

Kakek satu cucu itu dipenjara dan dihukum mati atas tuduhan membunuh majikannya yang bernama Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy.




(ALB)