Kondisi Mulai Stabil, Warga di Kawasan Bengawan Solo Tetap Waspada

Amaluddin    •    Kamis, 30 Nov 2017 17:21 WIB
banjirlongsor
Kondisi Mulai Stabil, Warga di Kawasan Bengawan Solo Tetap Waspada
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul. Foto: MTVN/Amaluddin

Surabaya: Kondisi Sungai Bengawan Solo dari Siaga Merah berubah menjadi Siaga Hijau. Itu artinya, kondisi Bengawan Solo mulai berangsur normal. 

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan berdasarkan pantauan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menunjukkan saat ini kondisi di beberapa titik Bengawan Solo sudah Siaga Hijau.

"Meski siaga hijau. Masyarakat kami minta tetap waspada dan selalu pantau arahan pemerintah daerah masing-masing sehingga kesiapsiagaannya bisa mengurangi dampak risiko bencana," kata Gus Ipul, di Surabaya, Kamis, 30 November 2017.

Dari catatan BBWS Bengawan Solo, kata Gus Ipul, kondisi anak Sungai Bengawan Solo di Sekayu Ponorogo terpantau normal, begitu juga anak bengawan di Madiun juga normal.

Lain halnya dengan kondisi anak bengawan di Dungus Kabupaten Ngawi cendrung meningkat. Pada pukul 09.00 WIB Kami pagi, ketinggian air terpantau naik di level 6.10 meter atau sudah mulai mendekati batas siaga kuning yakni pada level 7 meter.

Sedangkan untuk ketinggian air di Karangnongko Bojonegoro, ketinggian air mengalami penurunan level menjadi 27,12 meter atau menjadi siaga hijau dengan batas siata adalah 29 meter.

Sementara untuk di wilayah Kota Bojonegoro, ketinggian air pada pukul 12.00 WIB, mengalami kenaikan level menjadi 13.09 meter atau mulai mendekati batas siaga kuning.

Di wilayah Babat, Lamongan kondisi Bengawan Solo juga niak di level 6,87 meter. Meski mengalami kenaikan namun kondisinya masih siaga hijau. Begitu juga di Plangwot, Laren Lamongan kondisi Bengawan Solo juga naik level, dimana pada pukul 12.00 WIB terpantau menjadi 4,57 meter.

"Kondisi Bengawan Solo di Karanggeneng dan Kuro, Lamongan kondisinya juga naik masing-masing menjadi 3,39 meter dan 1,48 meter," kata Gus Ipul.

Sekadar diketahui pada Rabu 29 November 2017, Bengawan Solo sempat ditetapkan siaga merah setelah kondisi pintu air Jurug yang berada di Solo mulai waspada.

Di Bojonegoro, di beberapa titik khususnya di Kecematan Pangkur dan Kwadungan air sudah mulai meluber dari bibir Bengawan Solo. Beruntung kondisi ini tidak berlangsung lama sehingga banjir tidak sampai meluas.



(ALB)