Jatim Gunakan Rp862 M untuk Tambah Pintu di Bengawan Solo

Amaluddin    •    Jumat, 02 Mar 2018 00:28 WIB
infrastruktur
Jatim Gunakan Rp862 M untuk Tambah Pintu di Bengawan Solo
Tiga pintu air Sungai Bengawan Solo di Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Medcom.id - Amaluddin

Surabaya: Jawa Timur mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk menangkal luapan air Bengawan Solo. Uang itu akan digunakan untuk menambah pintu air di Plangwot Sedayu di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan dana itu sebesar Rp862 miliar. Dananya sudah cair dan akan segera digunakan.

Menurut Soekarwo, penambahan pintu air di Plangwot Sedayu dapat menambah daya tampung air dari aliran Bengawan Solo. Pintu air mengarahkan aliran air ke laut.

"Saat ini ada tiga pintu, nantinya harus ada lima pintu," ujar Soekarwo di Surabaya, Jatim, Kamis, 2 Maret 2018.

Sampai saat ini, lanjutnya, tiga pintu air yang tersedia baru bisa menampung 450 meter kubik air. Meskipun sebenarnya telah ada peningkatan kapasitas dari sebelunya 380 meter kubik menjadi 600 meter kubik. 

Namun tiga pintu itu belum bisa maksimal. Sehingga perlu tambahan pintu air guna meningkatkan kapasitasnya. 

"Kasus ini mirip dengan di Mojokerto. Dari pada Sungai Brantas banjir dibuang ke Porong (Sidoarjo). Porong itu kan area pembuangan air, agar Sidoarjo dan Mojokerto tidak banjir," katanya. 

Hanya saja yang berbeda dengan situasi Sungai Brantas adalah jumlah waduk. Sungai yang mengaliri area selatan Jatim itu memiliki 7 bendungan. Sedangkan Bengawan Solo cuman satu waduk di Gajah Mungkur Jateng. 

Soekarwo mengatakan pengerjaannya dilakukan tahun ini. Tahapannya dimulai dengan mengeruk sungai.

Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Sungai membentang sepanjang 548,53 kilometer. Daerah hulunya yaitu di Wonogiri, Jawa Tengah, kemudian melintasi sejumlah kabupaten hingga air bermuara ke Gresik, Jatim. 

Bila sungai meluap, air Bengawan Solo membanjiri beberapa kabupaten yang dilintasi. Satu di antaranya Lamongan, Jatim.

BPBD Jatim mencatat beberapa lokasi yang dilewati Bengawan Solo berada dalam status ketinggian air di posisi Siaga. BPBD pun menginstruksikan seluruh kabupaten dan kota tetap siaga. Terlebih, hujan masih turun di bulan Maret.





(RRN)