RSSA Malang Diminta Audit Dugaan Jual Beli Ginjal

Antara, Amaluddin    •    Senin, 25 Dec 2017 16:36 WIB
jual beli organ tubuh
RSSA Malang Diminta Audit Dugaan Jual Beli Ginjal
Ilustrasi jual beli, Medcom.id - M Rizal

Surabaya: Manajemen Rumah Sakit Umum Saiful Anwar (RSAA) Malang, Jawa Timur, diminta melakukan audit internal. Pemintaan itu disampaikan setelah kasus dugaan jual beli ginjal di rumah sakit tersebut.

Seorang warga Kota Batu, Ita Diana, menjual ginjalnya karena kebutuhan ekonomi. Ia dipertemukan dengan dengan calon penerima donor ginjal dan oknum dokter.

Setelah pertemuan itu, Ita menjalani operasi dan menyerahkan ginjalnya. Ia lalu menjalani perawatan di RSSA Malang selama sepekan. Namun Ita mengaku uang yang diterima tak sesuai dengan kesepakatan. 

Menurut Ita, penerima ginjal berjanji memberikan uang Rp350 juta. Namun ia hanya mendapatkan Rp75 juta.

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mendapat informasi mengenai masalah itu. Ia pun meminta manajemen rumah sakit melakukan audit.

“Laporan sementara yang saya terima, bahwa proses donor ginjal itu telah melalui prosedur yang benar. Baik pendonor maupun yang penerima donor telah bersepakat. Bahkan kedua belah pihak sudah tanda tangan yang disaksikan tim dokter," kata Gus Ipul di Surabaya, Senin, 26 Desember 2017.

Gus Ipul menerangkan transaksi ginjal harus sesuai aturan. Namun ia meminta kejadian tersebut tak terulang lagi. Karena, hal tersebut menyangkut kredibilitas rumah sakit.

Tiga hari lalu, manajemen RSSA Malang membantah mengakomodasi jual beli ginjal. Wakil Direktur Pelayanan Medik RSSA Malang Hanief Noersjahdu menegaskan, bilapun ada transaksi ginjal, itu dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan.

"Tidak benar ada jual beli ginjal. Bahkan munculnya perjanjian dengan pendonor seperti yang beredar luas itu tak benar," kata Hanief di Malang.

Namun, Hanief mengatakan manajemen akan melakukan audit internal. Agar, permaslahan itu bisa terang dan jelas. Ia juga akan memanggil pihak-pihak yang terkait untuk diaudit.

Ketua Tim Transplantasi Ginjal RSSA Atma Gunawan mengaku melakukan prosedur transplantasi ginjal. Sebelum transplantasi, pendonor maupun penerima donor melakukan serangkaian tes.

"Pada saat proses serangkaian tes kepada kedua belah pihak (pendonor maupun penerima) sama sekali tidak ada yang namanya perjanjian jual beli," kata Atma.

Tapi, lanjut Atma, pendonor yaitu Ita Diana menandatangani sejumlah persetujuan. Ada pula tanda tangan adik dari Ita di lembar kesepakatan.


(RRN)