28 Nelayan Sumenep Masih Menggunakan Cantrang

Rahmatullah    •    Rabu, 24 Jan 2018 15:32 WIB
nelayancantrang
28 Nelayan Sumenep Masih Menggunakan Cantrang
?Nelayan Sumenep saat menepikan perahu ke pinggir pantai – Medcom.id / Rahmatullah

Sumenep: Nelayan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, rupanya masih ada yang menggunakan cantrang saat melaut. Tapi hanya dalam jumlah kecil yaitu 28 nelayan, padahal jumlah total penangkap ikan di kabupaten ujung timur Madura itu mencapai 41 ribu nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep, Arif Rusdi, menuturkan nelayan yang masih menggunakan cantrang itu hanya ada di wilayah Kecamatan Pragaan atau di perbatasan Sumenep dan Pamekasan, sementara nelayan di pesisir lain tidak ada yang menggunakan alat tangkap tersebut.

"Apalagi nelayan kepulauan seperti di Masalembu, malah sangat anti cantrang," terang Arif, Rabu 24 Januari 2018.

Arif mengaku sudah mensosialisasikan kepada sejumlah nelayan tersebut untuk mengganti alat tangkap, sebab diperbolehkannya penggunaan cantrang itu berjangka waktu. Dia mengaku sudah meminta kepada nelayan tersebut agar berganti ke alat tangkap ramah lingkungan.

"Bukan hanya ikan besar, ikan-ikan kecil juga akan terangkut alat tangkap itu. Maka dari itu, solusinya memang harus ganti alat tangkap," ungkap Arif.

Penggunaan cantrang juga diyakini akan berdampak pada pendapatan nelayan kecil. Kata Arif, nelayan kecil akan menjerit ketika hasil tangkapan ikan menipis akibat penggunaan cantrang. Karenanya, nelayan yang punya modal besar diharapkan memerhatikan nasib nelayan kecil.

Mengenai bantuan alat tangkap, lanjut Arif, dipastikan tiap tahun selalu ada, baik dari pemerintah pusat, pemprov maupun pemda. Meski pun begitu, Arif menyebut tidak semua nelayan bisa terakomodir dalam program tersebut, karena pasti disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

"Nelayan tinggal mengajukan untuk mendapatkan bantuan itu, tentu kita proses sesuai prosedur," tandas mantan Kepala Dinas Peternakan Sumenep itu.



(ALB)