Siswa Penganiaya Guru di Sampang Segera Disidang

   •    Rabu, 14 Feb 2018 11:20 WIB
kekerasan
Siswa Penganiaya Guru di Sampang Segera Disidang
Pelayat hantar jenazah Budi Cahyono, guru yang tewas setelah dipukuli siswanya di Sampang, ke pemakaman, Jumat 2 Februari 2018, Medcom.id - Rahmat

Sampang: Berkas penyidikan kasus penganiayaan guru oleh siswanya di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur, telah rampung. Berkas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sampang. 

"Kami sudah memeriksa 16 orang sebagai saksi baik pihak sekolah, keluarga korban, pelaku, dan sanksi ahli terkait kasus ini," kata Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto di Sampang, melansir Antara, Rabu, 14 Februari 2018. 

Hery menuturkan berkas perkara selesai sesuai target penyidikan setelah penetapan tersangka, yakni HI, 17. 

Munarwi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang yang menangani kasus itu, menjelaskan saat menyerahkan berkas perkara, tersangka didampingi orang tua dan kakak. Hadir pula Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sampang dan penasihat hukum.

"Ya, sudah diterima dan dinyatakan lengkap, perbuatan tersangka memenuhi unsur pidana," kata Munarwi. 

Munarwi menambahkan, pihaknya segera melimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri Sampang, hari ini." Agar segera disidangkan."

Saat ini, kata dia, HI dititipkan di Rutan Klas II B Sampang. "Jika sudah dilimpahkan, kemungkinan sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan akan dilaksanakan pada Senin (19 Februari)," imbuhnya. 

HI dijerat Pasal Primer 338 KUHP subsider 351 ayat 3 junto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara.

"Hanya karena yang bersangkutan masih di bawah umur maka ada perbedaan dalam penjatuhan hukumannya, yaitu separuh dari ancaman," imbuhnya. 

Baca: Siswa Aniaya Guru hingga Tewas di Sampang Ditangkap

Kejadian bermula saat guru bernama Budi Cahyono tengah mengajar kesenian di Kelas XII SMAN 1 Torjun, Kamis, 1 Februari 2018. Budi mendekati HI yang sedang tidur dan mencoretkan tinta di wajah murid tersebut.

HI tak terima lalu melayangkan pukulan ke Budi. Pukulan mengenai pelipis guru tak tetap tersebut. Aksi HI dilerai teman sekelasnya. Nahas, saat pulang, Budi dicegat HI. HI kembali melayangkan pukulan ke Budi.  Namun sesampainya di rumah, Budi tak sadarkan diri. Keluarga lalu membawa Budi ke RSUD Dr Soetomo.


(LDS)