Jaringan Muda NU Bantu Khofifah-Emil Rangkul Masyarakat Kalangan Bawah

Syaikhul Hadi    •    Senin, 09 Apr 2018 09:07 WIB
pilkada serentak
Jaringan Muda NU Bantu Khofifah-Emil Rangkul Masyarakat Kalangan Bawah
Ketua Jarmunu Jatim, Fairouz Huda usai Konsolidasi Akbar dan Pentas Budaya Kader Penggerak Jarmunu se-Jatim di Rumah Aspirasi di Jalan Diponegoro, Surabaya, Minggu, 8 April 2018. Foto: Medcom.id/ Syaikhul Hadi.

Surabaya: Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (NU) alias Jarmunu akan lebih intens menggarap grass root melalui programnya 'Sobo Tonggo, Kepung Kampung' dimulai pekan depan. Program tersebut diharapkan berjalan efektif untuk mendulang suara Khofifah-Emil pada pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

"Pada program ini, kami akan bersentuhan langsung dengan masyarakat di level paling bawah. Setelah konsolidasi Akbar ini, kami akan lebih rajin turun dan menyatu dengan masyarakat," kata Ketua Jarmunu Jatim, Fairouz Huda usai Konsolidasi Akbar dan Pentas Budaya Kader Penggerak Jarmunu se-Jatim di Rumah Aspirasi di Jalan Diponegoro, Surabaya, Minggu, 8 April 2018. 

Menurut Fairouz, banyak hal dari program-program strategis yang bisa dilakukan untuk masyarakat. Menurut Fairouz, hal tersebut juga sebagai amal bakti kepada masyarakat. 

Secara teknis, lanjutnya, kegiatan yang digelar berupa pengobatan gratis, bersih desa di titik-titik desa kumuh serta membagi buku untuk mewujudkan kampung yang cerdas. "Habis ini kita identifikasi agar semua berjalan lancar dan tepat sasaran," jelas Fairouz.

Identifikasi itu diperlukan agar Jarmunu bisa memilah kampung yang lebih membutuhkan pendekatan, baik bersih desa, kesehatan gratis, fogging hingga pembagian buku bacaan tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Begitu pula dengan program sobo tonggo,  setiap waktu kita harus bertetangga. Karena saat ini masyarakat butuh informasi tentang Pilgub Jatim, kita akan berikan itu, khususnya siapa yang mereka layak pilih. Jadi ini beriringan dengan kepung kampung," jelas Fairouz.

Fairouz menambahkan, konsolidasi akbar ini merupakan peristiwa yang harus disyukuri di lingkungan tim pemenangan Khofifah-Emil. Jika selama ini Khofifah-Emil di irisan NU lebih diidentikkan dengan ibu-ibu Muslimat NU, maka hari ini masyarakat bisa melihat anak muda juga membanggakan prestasi yang dicapai Khofifah di Muslimat NU.

"Sebab prestasi ini berdampak terhadap sejarah kami, pengabdian kami di NU ke depan agar kita itu serius meneladani kepemimpinan Khofifah. Sehingga kalau ini ada keterlibatan anak muda NU, khususnya di umur milenial, menjadi lengkap formasi tim pemenangan," pungkas Fairouz.

Sementara Juru Bicara Tim Pemenangan Khofifah-Emil, KH Zahrul Azhar As’ad mengatakan bahwa dukungan Jarmunu menjadi energi yang dibutuhkan dari perjuangan anak muda. Mereka  diharapkan bisa menyampaikan kepada calon pemilih milenial dengan bahasa mereka sendiri. 

"Apalagi pilihan mereka sekarang tidak terpaku pada tokoh patron, kiai atau apa, tapi lebih kepada teman pergaulan mereka dan ini saya harapkan lebih efektif," ungkap pria yang akrab disapa Gus Hans tersebut.


(DEN)