Soekarwo Copot Kadis Pemberi Suap ke DPRD Jatim

Amaluddin    •    Kamis, 08 Jun 2017 15:59 WIB
ott kpk
Soekarwo Copot Kadis Pemberi Suap ke DPRD Jatim
Polisi mengawal kedatangan penyidik KPK di Kantor Dinas Pertanian Jatim, MTVN - Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengganti dua orang kepala dinas Pemprov Jatim, setelah KPK menetapkan mereka sebagai tersangka dugaan kasus suap. Dua kepala dinas itu yakni Kepala Dinas Pertanian Bambang Heryanto dan Kepala Dinas Peternakan Rohayati.

"Saya sudah siapkan Plt untuk mengganti dua orang itu, surat keputusannya juga sudah saya tandatangani," jelas Pakde Karwo, sapaan akrabnya, di Surabaya, Kamis, 8 Juni 2017.

Pada posisi Plt Kepala Dinas Pertanian dijabat oleh Abdul Hamid yang sehari-hari menjabat Asisten III Sekdaprov Jatim), sedangkan Plt Kepala Dinas Pertanian diisi Hadi Sulistyo yang sebelumnya Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jatim. 

"Jabatan Plt ini harus dilaksanakan agar kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) terus berjalan dan tidak terganggu, terutama dalam hal pelayanan untuk publik. Makanya harus tetap terjaga," kata Pakde Karwo.

Baca: KPK Tetapkan Pejabat DPRD dan Dua Dinas Jatim jadi Tersangka


Penunjukan Plt dilakukan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua kepala dinas itu menjadi tersangka kasus dugaan suap. Selain kedua tersangka tersebut, KPK juga menetapkan status tersangka pada staf DPRD Jatim Santoso dan Rahman Agung, serta ajudan Kadis Pertanian Anang Basuki Rahmat.

Baca: Dua Kantor Dinas di Pemprov Jatim Digeledah

Kadistan dan Kadisnak disangka memberikan uang kepada Ketua Komisi B DPRD Jatim sekaligus politisi Partai Gerindra Mochammad Basuki.

Nama Basuki juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terhadap terkait pengawasan penggunaan anggaran dan revisi Peraturan Daerah di Provinsi Jatim tahun 2017.

Sementara itu, terhadap dua dinas lain yang disebut oleh KPK juga diduga terlibat, yaitu Dinas Perkebunan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, belum diputuskan langkah berikutnya.


(ALB)