Sumenep Terapkan Full Day School Sebelum Ada Kebijakan Kemendikbud

Rahmatullah    •    Selasa, 20 Jun 2017 17:32 WIB
pendidikansekolah sehari penuh
Sumenep Terapkan Full Day School Sebelum Ada Kebijakan Kemendikbud
Siswa SMA di Sumenep ketika jam istirahat – MTVN/ Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sudah menerapkan full day school sebelum kebijakan tersebut dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Selain bersekolah dari pagi hingga siang hari, siswa juga diwajibkan masuk Madrasah Diniyah (Madin) di sore.
 
“Jadi sebenarnya kami sudah menggelar full day school. Siswa SD hingga SMA pagi masuk sekolah. Sore mereka masuk madin,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, A Sadik, Selasa 20 Juni 2017.
 
Wajid madin, kata dia, sudah dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2016. Untuk saat ini, dia mengakui penerapan peraturan tersebut masih di wilayah Kecamatan Kota. Untuk kecamatan lain akan menyusul.
 
Sadik berharap program yang dimiliki Pemkab Sumenep, yakni wajib madin, selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Sebab hingga kini dia mengaku belum mendapatkan petunjuk teknis penerapan full day school itu.
 
Sementara anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Badrul, menyebut full day school merupakan upaya membentuk moral siswa. Menurut dia, ketika siswa lebih banyak meluangkan waktu di lingkungan sekolah, segala gerak-geriknya akan terpantau.
 
“Kalau sudah dipantau, tentu juga berpengaruh pada perangai siswa,” terangnya.
 
Dia menepis anggapan beberapa kalangan yang mengkhawatirkan full day school akan mengenyampingkan sisi keagamaan. Justru kebijakan pemerintah daerah yang bermuatan keagamaan bisa dimasukkan di dalamnya, seperti madin.
 
“Saya pikir penyelarasan program pemerintah daerah dan pusat itu persoalan teknis. Saya sendiri cukup mengapresiasi kebijkan Menteri Muhadjir itu,” ujarnya.



(ALB)