GP Ansor Gelar Salat Gaib di Surabaya untuk Warga Rohingya

Amaluddin, Syaikhul Hadi    •    Senin, 04 Sep 2017 14:46 WIB
rohingya
GP Ansor Gelar Salat Gaib di Surabaya untuk Warga Rohingya
GP Ansor di Surabaya gelar doa bersama untuk warga etnis Rohingya, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Gerakan Pemuda (GP) Anshor Sidoarjo, Jawa Timur, mengikuti salat gaib di Masjid Al-Akbar Surabaya. Salat gaib untuk mendoakan tragedi kemanusiaan yang terjadi pada warga etnis Rohingya di Myanmar.

Ketua PW GP Anshor Jatim, Rudi Tri Wahid, mengatakan kegiatan itu untuk mendoakan ratusan korban jiwa yang tewas akibat kekerasan militer di Myanmar. Rudi mengatakan ia dan Ansor mengutuk tragedi tersebut.

"Kejahatan manusia tak dibenarkan, apapun alasannya," kata Rudi di Surabaya, Senin 4 September 2017.

Anshor dan Banser Jatim, lanjut Rudi, mengajak semua pihak untuk menjaga kedamaian dunia yang berdasarkan pada kemerdekaan dan keadilan sosial. Ia juga mendesak pemerintah untuk tak berdiam diri dan melindungi warga muslim Rohingya yang menjadi minoritas di Myanmar.


(Banser Sidoarjo bersiap berangkat ke Surabaya untuk ikut salat gaib untuk warga Rohingya, MTVN - Hadi)

Ketua PC GP Anshor Sidoarjo Rezza Ali Faizin juga mengutus anggotanya mengikuti kegiatan salat gaib. Rezza juga meminta warga tak gegabah menanggapi peristiwa yang terjadi pada etnis Rohingya.

"Ini harus dinetralisir. Mengingat begitu gencar gerakan kampanye dan keprihatinan untuk saudara kita (Muslim) Rohingya korban kebiadaban rezim," ungkap Rezza.

Rezza mengaku mendapat informasi sebuah organisasi membuka pendaftaran untuk memberangkatkan masyarakat berjihad di Myanmar. Namun, kata Rezza, itu belum waktunya.

"Karena masyarakat Rohingya saat ini tidak butuh perang, melainkan solusi hidup dan perdamaian," tegasnya.

Menurut Rezza, masih banyak anak dari etnis Rohingya yang butuh pendidikan. Orang tua juga butuh kebebasan hidup.

Sehingga, penanganan nyata dibutuhkan untuk mengantisipasi konflik berujung penindasan terhadap muslim Rohingya. 

"Apalagi jika terjadi konflik horizontal dan mengancam kerukunan umat di negeri ini," tandasnya.
 


(RRN)