Setelah Rontgen, 120 Gram Sabu-sabu Ditemukan di Tubuh Penumpang Pesawat

Syaikhul Hadi    •    Senin, 21 Aug 2017 19:46 WIB
pemberantasan narkoba
Setelah Rontgen, 120 Gram Sabu-sabu Ditemukan di Tubuh Penumpang Pesawat
Gelar perkara 120 gr sabu yang ditemukan pada seorang penumpang pesawat mendarat di Bandara Juanda Surabaya, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Seorang penumpang pesawat gagal menyelundupkan 120 gram sabu-sabu. Saat mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur, petugas menemukan barang haram tersebut di tubuhnya.

Tersangka bernama Nurlisa, 31, warga asal Sumatera Barat. Ia terbang dari Malaysia dengan menggunakan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT 168.

Kepala KPPBC Juanda, Moch Mulyono mengungkapkan penangkapan Nurlisa dilakukan pada 10 Agustus 2017. Petugas mencurigai Nurlisa yang transit di Juanda dengan membawa satu koper dan 1 tas tangan.

"Petugas yang curiga langsung memeriksa barang bawaan tersangka dan menginterogasinta," ujar Mulyono dalam gelar perkara di Sidoarjo, Senin 21 Agustus 2017.

Petugas tak menemukan barang mencurigakan dalam tasnya. Namun petugas yang masih curiga membawa Nurlisa ke rumah sakit tetdekat.

"Dari hasil pemeriksaan rontgen, ada benda asing dalam kelaminnya," ungkap Mulyono.

Petugas meminta tersangka mengeluarkan benda asing itu. Benda tersebut berupa dua bungkus bubuk kristal putih. Petugas melakukan uji laboratorium. Hasilnya menyebutkan barang tersebut mengandung Methampethamine atau sabu.

Kemudian petugas menyerahkan tersangka ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Jatim. 

Sementara, Danlanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana mengatakan akan terus meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan terhadap para pengunjung yang menggunakan fasilitas udara. Baik kepergian maupun kedatangan.

"Pengawasan ini sebagai bentuk kepedulian kami lantaran hingga saat ini Indonesia masih menjadi pangsa pasar yang menjanjikan untuk penjualan narkoba. Terbukti, tersangka baru ini dari Malaysia dan hendak di bawa ke Surabaya," jelasnya.

Selain pengamanan tertutup dan terbuka, pihaknya juga berkoordinasi dengan unit lain, baik bea cukai, imigrasi, maupun BNNP Jatim untuk terus meningkatkan kewaspadaan atas peredaran Narkoba. 

"Tentunya, jika gerak geriknya sudah mencurigakan, maka kita panggil dan lakukan pemeriksaan secara mendalam," tandasnya. 


(RRN)