Sales Dibekuk setelah Gadaikan Mobil Pemilik Showroom

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 18 Oct 2016 17:49 WIB
penipuan
Sales Dibekuk setelah Gadaikan Mobil Pemilik Showroom
Tersangka kasus penggelapan mobil dibekuk Polres Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Polisi Sidoarjo, Jawa Timur, membongkar penipuan berkedok penggadaian mobil. Empat orang dibekuk dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Untoro, mengaku mendapat laporan warga yang menjadi korban penggelapan mobil. Setelah proses penyelidikan, polisi membekuk empat tersangka dari lokasi dan waktu yang berbeda.

Empat tersangka merupakan warga Pasuruan. Mereka yaitu Udik Catur Busono Putra, 44; Moch Kholili, 39; Syaiful Rachman, 44; dan Syamsul Qomaruddin, 40. Satu di antara mereka yaitu Kholili berstatus sebagai pegawai negeri sipil.

Pada 8 Oktober, ungkap Untoro, Harun Al Rasyid melapor ke Polsek Waru. Harun mengaku menemui Udik pada 12 April 2016.

Harun memiliki showroom mobil di Sidoarjo. Udik bekerja sebagai sales di showroom tersebut.

Harun meminta Udik menjualkan mobil Mitsubishi Strada. Harun hanya memberikan fotokopi STNK pada Udik. Bila laku, Harun akan memberikan BPKB dan STNK pada pembeli.

"Bukannya menjual, Udik malah menggadaikan kendaraan roda empat itu kepada Kholili, sebesar Rp35 juta," kata Untoro dalam gelar perkara di Kantor Polsek Waru, Selasa (8/10/2016).

Perjanjiannya, Udik akan menebus mobil tersebut dengan waktu kurang lebih 2 bulan. Namun hingga 6 bulan, Udik tak kunjung menebus. Kholili lantas menjual mobil tersebut ke Syamsul sebesar Rp25 juta. Syaiful Rachman bertindak sebagai perantara jual beli itu.

Harun yang mencurigai keberadaan mobilnya lantas melapor ke polisi. Setelah penyelidikan, polisi memburu para tersangka.

Pada 12 Oktober, polisi membekuk Udik di Pasuruan. Polisi kemudian menangkap tiga tersangka lain di Pasuruan.

"Setelah menangkap semua pelaku di kawasan Pasuruan, kami juga mengamankan barang buktinya berupa mobil yang sudah di gelapkan sama tersangka," katanya. 

Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun. 



(RRN)