Cegah Banjir, Sungai di Sidoarjo Akan Dinormalisasi

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 19 Oct 2016 10:15 WIB
normalisasi sungai
Cegah Banjir, Sungai di Sidoarjo Akan Dinormalisasi
Sosialisasi Sempadan Sungai di kawasan Kelurahan Krian dan Kelurahan Tambak Kemerahan Kecamatan Krian, Sidoarjo, Selasa (18/10/2016). (foto: MTVN/Syaikhul)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berencana menggusur bangunan liar (bangli) yang berada di sempadan sungai di Sidoarjo. Penggusuran terkait dengan rencana normalisasi sungai untuk menanggulangi banjir. 

"Normalisasi sungai sudah menjadi program prioritas. Makanya untuk mempercepat itu, harus kami sampaikan terlebih dahulu kepada masyarakat," ujar Kepala Bidang Bina Manfaat Dinas PU. Pengairan Kabupaten Sidoarjo, Bambang Tjatur Miarso, saat Sosialisasi Sempadan Sungai di Kelurahan Krian dan Kelurahan Tambak Kemerahan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Selasa (18/10/2016).

Menurut Bambang, ada beberapa hal yang menjadi fokus pemerintah, salah satunya bersih-bersih bangunan liar. Dia mencontohkan, warga yang mendirikan bangunan permanen bahkan menjadikannya tempat usaha akan digusur.

"Langkah yang kami ambil merupakan langkah persuasif. Artinya akan ada pendekatan terhadap warga atas pembangunan itu. Kami sangat bersyukur, dari sosialisasi ini, warga bisa memahami kondisi yang ada," kata Bambang. 

Meski begitu, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan dinas terkait, terkait nasib warga setelah penggusuran. Warga, kata dia, tetap bisa berniaga di pasar krian, namun dengan cara resmi. 

"Kami masih memikirkan agar persoalan ini tidak menambah persoalan baru. Kalau bisa tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan," terangnya. 

Berdasarkan data Dinas PU. Pengairan Kabupaten Sidoarjo, ada enam kecamatan yang akan dinormalisasi, yaitu Krian, Waru, Sedati, Taman, Candi, dan Buduran. Wilayah ini yang melingkupi Sungai Buntung dan Sidokare.

"Selain normalisasi, kami juga sudah merencanakan pembangunan beberapa pintu air. Sosialisasi ini akan terus kami lakukan sampai akhir tahun," bebernya.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Krian meminta agar penggusuran dibarengi dengan sebuah solusi. Setidaknya, warga masih bisa berniaga pascapenggusuran.

"Kami bersedia pindah, tapi kami juga minta diberi tempat agar bisa berjualan lagi. Tolong dipikirkan caranya," cetus warga.


(MEL)