Peserta Aksi 2 Desember Dilarang Bawa Atribut di Kereta

Amaluddin    •    Rabu, 30 Nov 2016 17:14 WIB
unjuk rasa
Peserta Aksi 2 Desember Dilarang Bawa Atribut di Kereta
Suasana penumpang di Stasiun Gubeng Surabaya, Jawa Timur. (MTVN/Amal)

Metrotvnews.com, Surabaya: PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, Jawa Timur, melarang anggota Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mengenakan atribut apa pun di dalam kereta. Hal sama berlaku untuk penumpang lain.

"Kami akan melarang penumpang masuk KA kalau ada yang membawa atau mengenakan atribut," kata Manager Humas Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko, Rabu (30/11/2016).

Gatut mengatakan tak bisa melarang massa berangkat ke Jakarta dengan menggunakan jasa kereta. "Siapa pun kita terima selama sesuai ketentuan dan punya tiket. Kalau urusan melarang, itu wewenang polisi. Tapi, kalau penumpang bawa atribut pasti kita larang," kata dia.

Larangan membawa atribut tak hanya diperuntukkan bagi peserta Aksi Bela Islam Jilid III, tapi berlaku untuk semua penumpang.  "Dulu, waktu suporter sepak bola naik kereta, kita juga melarang mereka membawa atribut. Jangan sampai di perjalanan ada yang tidak sepaham, sehingga terjadi benturan," ucapnya.

PT KAI juga melarang penumpang membawa barang berbahaya, seperti senjata tajam, senjata api, hewan, narkoba, dan alat atau barang yang membahayakan penumpang lainnya. 

"Penumpang akan diperiksa secara ketat sebelum masuk stasiun dan naik kereta. Kita mengintensifkan pemeriksan penumpang," kata dia.

Pantauan Metrotvnews.com di Stasiun Gubeng, belum ada tanda-tanda pergerakan massa Aksi Bela Islam Jilid III ke Jakarta. Sebagian besar penumpang adalah warga dengan niat pulang kampung dan liburan ke berbagai daerah seperti Malang, Yogyakarta, Solo, Bandung, dan Jakarta.

"Sampai saat ini suasana suasananya masih seperti hari-hari biasanya, masih berjalan normal," kata Gatut.


(UWA)