Jadi Tersangka, Dahlan Iskan: Saya Sedang Diincar Penguasa

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 27 Oct 2016 19:54 WIB
dahlan iskan
Jadi Tersangka, Dahlan Iskan: Saya Sedang Diincar Penguasa
Dahlan Iskan pada sebuah kesempatan. (Media Indonesia/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Tinggi Jawa Timur akhirnya menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka. Mantan Menteri BUMN itu disebut-sebut terlibat dalam penyelewengan dana penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU).

Dahlan ditetapkan tersangka setelah lima kali diperiksa sebagai saksi oleh Kejati. Pagi tadi, Kamis, 27 Oktober, Dahlan memenuhi panggilan penyidik Kejati Jatim. Dahlan tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Dia mengaku tidak didampingi kuasa hukum.

"Saya tidak kaget dengan penetapan tersangka dan ditahan," kata Dahlan saat menuju mobil tahanan yang akan membawanya ke Rutan Medaeng, Waru, Sidoarjo.

Mantan Dirut PLN itu menyebut dirinya tengah diincar oleh penguasa saat ini. "Seperti Anda tahu, saya sedang diincar terus dengan yang berkuasa," kata Dahlan tanpa melontarkan nama penguasa yang ia maksud.

Dahlan mengklaim dirinya menjadi korban. Sebab, selama sepuluh tahun, dirinya tidak menerima gaji. Dia ditetapkan tersangka lantaran hanya menandatangani dokumen.

"Biarlah sekali-kali terjadi, orang mengabdi tanpa menerima gaji selama sepuluh tahun, tanpa fasilitas apa pun, bukan karena menerima sogokan, makan uang, atau aliran dana," katanya.

"Hanya karena menandatangani dokumen yang diberikan anak buah, ditetapkan sebagai tersangka," ujar Dahlan.

Penjualan aset

Dahlan pernah menjabat Direktur Utama PT PWU, Badan Usaha Milik Daerah Jatim, pada 1999-2009.

Kejati Jatim mulai menyelidiki dugaan penyelewengan penjualan 33 aset milik PT PWU pada 2015. Aset berupa tanah dan bangunan itu dijual pada kurun waktu 1999-2009, saat Dahlan Iskan jadi dirut. 

Puluhan tersangka telah dipanggil untuk menyelidiki kasus ini. Termasuk penyanyi dan anggota DPD Emmilia Contesa turut diperiksa. Dia diketahui membeli aset milik PT PWU.

Kejati telah menaikkan status perkara ini dari penyelidikan ke tingkat penyidikan sejak 30 Juni 2016.

Selain Dahlan, Kejati Jatim juga memeriksa tersangka Wisnu Wardhana, selaku mantan Manajer Aset PT PWU. Penyidik pun telah memeriksa Dirut PT Sempulur Adi Mandiri (SAM), Oepoyo selaku pembali lahan milik PT PWU di tahun 2003. Sementara, Dirut PT SAM di tahun 2003, Santoso, yang dijadwalkan diperiksa gagal dilaksanakan lantaran menderita sakit struk dan dirawat di rumah sakit.


(SAN)