Polda Ungkap Kasus Penggandaan Uang Mirip Dimas Kanjeng

Amaluddin    •    Rabu, 17 Oct 2018 15:58 WIB
penipuan
Polda Ungkap Kasus Penggandaan Uang Mirip Dimas Kanjeng
Subdit Jatanras Ditreskrimum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur kembali membongkar kasus penipuan berkedok penggandaan uang di Pasuruan. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Subdit Jatanras Ditreskrimum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur membongkar kasus penipuan berkedok penggandaan uang seperti yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Kali ini, kasus tersebut dilakukan Fakhrul Akbar, 22, di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

"Tersangka ini punya kelebihan mengobati. Semula pelaku ini hanya mengobati orang sakit, tapi berjalannya waktu pelaku melakukan penipuan dengan menggandakan uang," kata Wadireskrimum Polda Jatim AKBP Juda Nusa Putra, saat merilis kasus itu di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu, 17 Oktober 2018.

Pelaku yang dipanggil Gus Akbar ini, lanjut Juda, modusnya menyerupai dengan yang dilakukan Dimas Kanjeng, yakni menjanjikan kepada para korbannya bahwa bisa menggandakan uang Rp25 hingga 50 miliar. Pada saat penggadakan uang, korban diajak masuk ke kamar dan diminta memejamkan mata sambil membaca doa.

"Kemudian pelaku menghipnotis korban dengan cara menggunakan semacam jin. Lalu pelaku menghamburkan uang palsu, tapi korban melihat itu asli karena korban sudah dihipnotis," kata Juda.



Menurut Juda, terangka telah berhasil menipu empat korban selama enam bulan sejak melakukan aksinya sekitar bulan Mei 2018. Total uang yang diproleh dari keempat korban mencapai Rp500 juta. "Untuk sementara ada empat korban, Mudah-mudahan setelah ini terekspos akan ada korban lagi," katanya.

Keempat korban itu adalah MCM, 63, Kepala Desa Tambaksari, Kecamata Kraton, Kabupaten Pasuruan, yang memyetor uang kepada tersangka sebesar Rp445 juta. Kemudian korban berinisial W, 36, yang beprofesi jual beli sepeda motor bekas di Kelurahan Trompolasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, menyetor uang sebesar Rp22,5 juta kepada tersangka. 

Lalu korban berinisial S, 51, yang juga biasa jual beli sepeda motor bekas di Kelurahan Dukusari, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, telah menyeyor uang sebesar Rp15 juta, dan korban berinisial P, 54, yang merupakan pekerja swasta di Kelurahan Japanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. "Korban ini bersangkutan telah menyetor uang sebesar Rp28 juta kepada tersangka," kata Juda.



Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil suzuki karimun Nopol A1J310F, STNK atas nama Anggar Ramadani Y yang beralamat di Desa Mingas, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Petugas juga menyita satu unit mobil Honda Brio type DD1 1.2 E M CKD tahun 2016 wdengan Nopol W 1556 SA, STNK atas nama Indri Novitasari, Dusun Lumbangboro, Desa Lumbangrejo Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan dua kardus berisi uang mainan, satu buah TV LG 32 in, satu tas ransel, satu tas kecil warna merah berisi uang mainan, baju koko warna putih, satu buah sorban, dan satu buah sarung warna coklat kotak-kotak.



(ALB)