Ratusan Personel Polisi dan TNI Kawal PSU di Sampang

Amaluddin    •    Selasa, 16 Oct 2018 10:58 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Ratusan Personel Polisi dan TNI Kawal PSU di Sampang
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Sebanyak 500 personel gabungan Polri dan TNI bakal diterjunkan untuk mengamankan pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada 27 Oktober 2018 mendatang. Pengawalan oleh ratusan personel itu untuk mengantisipasi gangguan keamanan di tempat pemungutan suara (TPS) di Sampang yang masuk daerah rawan konflik.

"Dari jajaran Polda Jatim sebanyak 450 personel, dan 50 personel dari Kodam V/Brawijaya," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikonfirmasi, Selasa, 16 Oktober 2018.

Barung menjelaskan Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya sengaja menerjunkan banyak personel untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi pada PSU di Sampang. Mengingat Sampang merupakan daerah rawan dan rentan terjadi konflik.

"Makanya pengamanan pada pemungutan ulang di Sampang bakal diperketat, dan personel di lapangan bakal dilipatgandakan. Ratusan personel itu di luar dari jajaran Polres Sampang," kata Barung.

Menurut Barung, pengamanan tidak hanya dilakukan di TPS, juga di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang. Bahkan, petugas keamanan yang dikerahkan ke setiap TPS dari 2 bertambah menjadi 4 personel, tergantung kategori tingkat kerawanan, utamanya TPS yang terjadi ada gugatan sengketa menjadi perhatian khusus petugas keamanan.

"Intinya semua diwaspadai dan semua TPS menjadi propritas pengamanan," ujarnya.

Pada 5 September lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Pilkada Sampang harus dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Hal ini terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dinilai tak logis karena jumlahnya sebesar 95% dari jumlah penduduk Sampang. 

Pada Pilkada 27 Juni 2018 di Sampang diketahui ada indikasi kecurangan. Salah satunya terlihat dari ketetapan KPU Sampang ihwal DPT sebesar 803.499 orang. Kemudian MK membandingkan jumlah penduduk Sampang berdasarkan DAK2 semester I tahun 2017 mencapai 844.872 pemilih, yang dianggap tidak logis.

Dalam Pilkada Sampang, pasangan Hermanto-Suparto kalah dari Selamet Junaidi-Abdullah Hidayat. Selisih perolehan mereka terpaut tipis. Sebanyak 38,41 persen bagi Selamet-Abdullah dan 37,75 persen bagi Hermanto-Suparto. Sementara pasangan lain, Hisan-Abdullah Mansyur memperoleh 23,84 persen suara.


(ALB)