Warga Tewas di Sidoarjo Bukan karena Puting Beliung

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 21 Nov 2018 10:23 WIB
puting beliung
Warga Tewas di Sidoarjo Bukan karena Puting Beliung
Petugas dibantu masyarakat membersihkan pohon dari jalan akibat angin puting beliung di kawasan Sidoarjo, jawa Timur, Selasa, 20 November 2018. Medcom.id Syaikhul Hadi.

Sidoarjo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo belum dapat memastikan informasi puting beliung di kawasan Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur. Insiden tewasnya satu warga akibat tertimpa dinding di Sidoarjo diduga bukan karena puting beliung.

"Sampai saat ini di Balongbendo belum ada laporan soal itu (puting beliung)," ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Dwijo Prawito, Selasa, 20 November 2018.

Tewasnya satu warga bernama Erwin ditambah satu warga bernama Supriyadi yang patah tulang diduga bukan karena bencana alam. Kedua korban tertimpa dinding bangunan itu warga Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo.

"Itu yang runtuh temboknya di posisi dalam gedung perusahaan. Harusnya kalau kena puting beliung semuanya kena termasuk atap dan segala macamnya," terangnya.

Baca: Angin Puting Beliung di Sidoarjo Tewaskan Satu Warga

Pihaknya baru menerima laporan puting beliung di Kecamatan Tulangan. Petugas sudah bergerak menangani dampak bencana di wilayah tersebut.

"Kalau di Tulangan memang benar, dan ini sedang kami tangani," singkatnya.

Berdasarkan catatan yang ada di BPBD Sidoarjo, bencana puting beliung menimpa 465 rumah warga di kawasan Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Di antaranya, 372 rumah di Desa Kajeksan, 26 rumah di Desa Kemantren, 11 rumah Desa Griting,  22 rumah di Desa Kepunten, 8 rumah di Desa Grabagan, 7 rumah di Desa Singopadu, 11 rumah Desa Kepuh Kemiri, 1 rumah Desa Kepadangan serta 7 rumah Desa Tlasih.

Baca: 465 Rumah Akibat Angin Puting Beliung di Sidoarjo

 


(SUR)