BKN Temukan Banyak Kecurangan saat Tes CPNS

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 16 Nov 2018 19:50 WIB
seleksi cpns
BKN Temukan Banyak Kecurangan saat Tes CPNS
Ilustrasi--Ribuan peserta mengerjakan soal ujian Tes Potensi Akademik Penyaringan Penerimaan CPNS Tingkat Sarjana Tahun Anggaran 2010 Kementerian Keuangan RI di Gelora Bung Karno, Jakarta--MI/Ramdani

Malang: Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengaku pihaknya menemukan sejumlah kecurangan yang dilakukan peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di berbagai lokasi.

"Kecurangan sih belum terjadi tapi upaya untuk itu ya ada. Ada yang pake transmitter, itu kita periksa, ada beberapa ketahuan, kita ngga boleh, kita anulir tidak boleh ikut," kata Bima di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, 16 November 2018.

Bahkan BKN juga menemukan peserta yang menggunakan joki untuk mengikuti tes. Tak main-main, joki tersebut tampak profesional karena memiliki wajah yang serupa dengan kartu tanda pengenal (KTP) milik peserta.

"Ada yang pakai joki, jokinya profesional, KTP persis, muka persis. Tapi kan kita tahu, karena kita pakai digital, di scan, loh kok lain orangnya. Dia juga gatau kalau kita juga canggih gitu kan," ungkap Bima.

Tak hanya itu, Bima mengaku pihaknya juga menemukan peserta yang masih membawa jimat. Menurutnya hal itu wajar karena sebagian besar masyarakat Indonesia masih percaya dengan jimat, baik di Jakarta maupun di daerah.

"Kita kan geledah, ketemu (jimat). Ada kantong isinya bawang brambang, dia mau masak apa? Ada yang isinya gunting, jarum, macem-macem. Itu dimana-mana ada. Itu kita geledah, banyak juga ternyata," jelasnya.

Meski begitu, BKN tetap memperbolehkan peserta yang membawa jimat untuk mengikuti tes CPNS. Hanya saja ketentuan ituntak berlaku bagi peserta yang kedapatan menggunakan joki.

"Yang bawa jimat masih bisa ikut tes, tapi kita ambil jimatnya. Kalau yang joki urusan polisi, kita sudah serahkan polisi. Sebelumnya BKN, Menpan RB, Kapolri sudah punya MoU, itu sudah urusan polisi," tegasnya.



(DEN)