Sang Maestro Lukis Tunadaksa

Inspirasi Sadikin Datang dari Sang Ibu

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 17 Oct 2018 20:30 WIB
kisah inspiratif
Inspirasi Sadikin Datang dari Sang Ibu
Sadikin Pard, pelukis tunadaksa, saat melukis di padepokannya, Selasa 16 Oktober 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Sadikin Pard, sang pelukis tunadaksa, bisa sukses seperti saat ini tak lepas dari peran sang ibu. Pria berambut gondrong ini mengaku keinginannya sejak kecil selalu didukung kedua orang tua, terutama ibunya.

"Saya ini dilahirkan dari orang tua yang kurang mampu. Tapi karena saya senang melukis, ibu saya membelikan cat mahal saat saya SD. Ibu sangat mendukung sekali, apa pun keinginan saya selalu dipenuhi," kata Sadikin, di kediamannya, Jalan Selat Sunda, Sawojajar, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, 16 Oktober 2018.

Sadikin menganggap ibu adalah guru hidup dan motivator baginya. Meski terlahir dengan keterbatasan fisik, ibunya tak pernah sedikitpun malu. Bahkan ibunya juga memperlakukan Sadikin sama dengan anak-anaknya yang lain.

"Saya anak ke delapan dari sembilan saudara, tapi ibu saya tidak memanjakan saya, kalau salah ya dimarahi. Ibu bangga melahirkan saya. Saya selalu dipamerkan ke teman-temannya kalau bisa melukis. Relasi saya dulu datangnya dari ibu," ujarnya.

Sedangkan, inspirasi saat melukis didapat Sadikin dari apa yang dia lihat di alam. Karena itu, pria penyuka petualangan alam ini mengaku tidak pernah kehilangan konsep, ide atau mood saat melukis hingga saat ini.

"Dulu itu mood yang mengendalikan saya. Tapi sekarang konsepnya saya balik. Mood yang harus saya kendalikan. Begitu pegang cat dan kuas, saya harus mood. Menunggu mood adalah pelukis malas," ucapnya.

Bersambung ke: Tularkan Ilmu Sambil Berkarya
 


(SUR)