Sidang Kasus BPR Jati Lestari Berlangsung Singkat di PN Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 29 Dec 2017 11:07 WIB
persidangan
Sidang Kasus BPR Jati Lestari Berlangsung Singkat di PN Sidoarjo
Ilustrasi

Sidoarjo: Sidang dua terdakwa, The Riman Sumargo dan Djoni Harsono, Direktur dan Direktur Utama (Dirut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jati Lestari Sidoarjo kembali digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo pada Kamis, 28 Desember 2017. Sidang dengan agenda jawaban eksepsi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati tersebut berjalan singkat.

JPU Kejati Jatim Nizar dan Novan menolak atas eksepsi yang diajukan terdakwa melalui penasihat hukumnya. "Kami menolak atas eksepsi yang diajukan terdakwa," kata dia di hadapan majelis hakim yang diketuai Eko Supriyono.

Pihak JPU bersikukuh atas dakwaan yang dibacakan pada sidang sebelumnya. Meski demikian, tim kuasa hukum kedua terdakwa menilai kasus hukum yang menjerat kliennya adalah bentuk kriminalisasi pejabat bank.

Budi Kusumaning Atik, kuasa hukum terdakwa, mengatakan persoalan utang piutang atau perjanjian kredit antara nasabah debitur masuk ranah perdata. "Jika dimasukkan ke dalam ranah pidana, menurut saya tidak mendasar," ujar dia.

Atik menambahkan, dalam perkara yang menjerat kliennya itu, sudah sepatutnya penuntut umum memperhatikan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 tahun 1980 mengenai langkah penyelesaian atas perselisihan pra-yudisial antara peradilan pidana dan peradilan perdata. "Seharusnya menunggu keputusan perdata diputus terlebih dahulu, sebelum mempertimbangkan penuntutan pidana," ungkapnya.

Menurut Atik, kasus utang piutang ini bermula pada 2004. Guntual selaku debitur seharusnya menyelesaikan hutangnya senilai Rp250 juta pada 2006.

Namun, Guntual mengajukan perpanjangan pelunasan kredit hingga 22 Agustus 2008. Debitur juga meminta jaminan rumah tidak didaftarkan lelang untuk dilakukan eksekusi.

"Tapi faktanya, hingga April 2014 debitur (Guntual) diberikan toleransi waktu yang cukup panjang atau kurang lebih enam tahun. Namun, tetap tidak kunjung melunasi kewajibannya," jelasnya.

Pada surat dakwaan, dua pejabat BPR Jati Lestari Sidoarjo didakwa melakukan perbuatan melanggar Pasal 49 ayat 1 huruf a, Pasal 49 ayat 1 huruf b, Pasal 49 huruf C, Pasal 49 ayat 2 huruf b, Pasal 47 a dan Pasal 47 ayat 1 huruf A UU Perbankan. Keduannya dilaporkan oleh Guntual dengan tuduhan melakukan dugaan penipuan berkedok perbankan ke Polda Jatim.


(NIN)