Dalam Sepekan, 40 Saksi Diperiksa Terkait APBD-P Kota Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 23 Mar 2018 20:19 WIB
Korupsi APBD-P Malang
Dalam Sepekan, 40 Saksi Diperiksa Terkait APBD-P Kota Malang
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto usai menjalani pemeriksaan oleh KPK di Aula Rupatama Polres Malang Kota, Jumat 23 Maret 2018, Medcom.id - Daviq

Malang: Hampir sepekan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan intensif terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Sejak Senin 19 Maret 2018 hingga Jumat 23 Maret 2018, lembaga antirasuah memeriksa 40 saksi.

Pemeriksaan pertama dilakukan pada Senin 19 Maret 2018 di Aula Rupatama Polres Malang Kota, Jawa Timur. KPK meminta keterangan 15 anggota DPRD Kota Malang sebagai saksi dalam kasus ini. 

Saksi pada pemeriksaan pertama adalah Harun Prasojo, Indra Tjahyono, Priyatmoko Oetomo, Choeroel Anwar, Bambang Triyoso, Diana Yanti, Subur Triono, Tutuk Hariyani, Hadi Santoso, Teguh Mulyono, Soni Yudiarto, Ribut Harianto, Erni Farida, Arief Hermanto, dan Mulyanto.

Kemudian pemeriksaan kedua dilakukan pada Kamis 22 Maret 2018 di tempat yang sama. KPK meminta keterangan dua calon Wali Kota Malang 2018, Moch Anton dan Ya'qud Ananda Gudban serta sebanyak 24 anggota DPRD Kota Malang sebagai saksi.

Puluhan anggota dewan tersebut adalah RM Een Ambarsari, Teguh Puji Wahyono, Suparno Hadiwibowo, Sulik Lestyowati, Imam Fauzi, Abdul Hakim, Salamet, Mohan Katelu, Sahrawi, Suprapto, HM Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti, Asia Iriani, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Rahayu Sugiarti, Hery Subiantono, Sukarno, Heri Pudji Utami, Syamsul Fajrih, Choirul Amri, Abdul Rachman, dan Afdhal Fauza.

Terakhir, pemeriksaan ketiga dilakukan pada Jumat 23 Maret 2018. KPK memintai keterangan kepada 19 saksi yang berasal dari jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan anggota DPRD Kota Malang.

Mulai dari Sutiaji, Wasto, M Arief Wicaksono, Jarot Edy Sulistyono, Cipto Wiyono, Nunuk Sri Rusgiyanti, Tri Yudiani, Noer Rahman Wijaya, Moh Sulthon, Totok Kasianto, Sony Yudiarto, Tedy Sujadi Soemarna, Syaiful Rusdi, Prihatin Wilujeng, Bambang Suharijadi, Dahat Sih Bagyono, Hadi Santoso, dan Retno Anggiri Purwandani.

Salah satu saksi, Wasto mengaku diberi sejumlah pertanyaan oleh penyidik KPK saat menjalani pemeriksaan. Pria yang saat ini tengah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang ini mengaku mendapatkan pertanyaan yang sama untuk empat sprindik.

"Saya mendapatkan pertanyaan tentang mekanisme pembuatan APBD. Karena saya menjabat sebagai Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) saat itu," bebernya kepada awak media usai menjalani pemeriksaan, Jumat 23 Maret 2018.

Untuk diketahui, dalam kunjungannya ke Malang, KPK juga melakukan penggeledahan ke sejumlah rumah saksi. Salah satunya adalah rumah dua Calon Wali Kota Malang 2018, Moch Anton dan Ya'qud Ananda Gudban. Penggeledahan dilakukan pada Selasa 20 Maret 2018 hingga Rabu 21 Maret 2018.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan sebanyak 19 tersangka baru terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Tersangka tersebut adalah Wali Kota Malang periode 2013-2018 Moch Anton dan sejumlah anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019.

Belasan anggota dewan tersebut mulai dari Suprapto, HM Zainudin, Sahrawi, Salamet, Wiwik Hendri Astuti, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Heri Pudji Utami, Heri Subianto, Ya'qud Ananda Gudban, Rahayu Sugiarti, Sukarno dan Abdul Rachman.

Jauh sebelumnya, KPK juga telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Ketua DPRD Kota Malang periode 2014-2019, M Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Kota Malang tahun 2015 Jarot Edi Sulistiyono. Keduanya kini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.


(RRN)