Kronologi Bentrok Bonek dan PSHT versi Polisi

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 04 Oct 2017 19:44 WIB
tawuran
Kronologi Bentrok Bonek dan PSHT versi Polisi
Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal. Foto: MTVN/Eko Nordiansyah

Metrotvnews.com, Surabaya: Kapolrestabes Surabaya, Kombes M. Iqbal membeberkan kronologis bentrok massa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Bonek di kawasan Ambulu, Jember, Rabu 4 Oktober siang. Berawal pengrusakan, bentrok, hingga akhirnya damai setelah mediasi.

Kronologi bentrok insiden bermula sekitar pukul 10.30 WIB di portal pintu masuk Jalan Menuju Papuma, Sumberrejo, Kecamatan Ambulu. Terjadi pengrusakan terhadap mobil wisata jettbuss warna putih yang dikendarai Adzkiya alias Zaki (25) asal Bungurasih Sidoarjo.

Sebelumnya, mobil bernopol L 7886 A dengan jumlah penumpang sebanyak 18 orang datang ke tempat wisata pantai Papuma dengan tujuan wisata. Jam 10.00 WIB itu, penumpang keluar dari pantai dengan maksud pulang ke Sidoarjo.

(Baca: Polisi Selidiki Kematian 2 Anggota Silat usai Bentrok dengan Bonek)

"Nah, sesampainya di portal pintu jalan Papuma mobil tersebut dihadang oleh sekelompok orang. Dan ditanya lah si sopir, dari mana? Dari Surabaya, bukan Bonek karena tujuannya hanya wisata, jawab sopirnya," kata Iqbal, Rabu 4 Oktober 2017.

Saat itu, sudah banyak sekelompok orang bergerombol dan melempari kaca mobilnya. Bahkan, sempat terjadi pemukulan terhadap tangan sopir dengan kayu. Sopir lebih memilih mengarahkan kendaraanya ke Polsek Ambulu untuk menyelamatkan diri.

"Sesampainya di sana tepat pukul 11.30 WIB mereka diamankan kepolisian," terangnya.

(Klik: Polisi Lakukan Mediasi antara Bonek dengan Kelompok Silat)

Sementara kondisi mobil jettbus putih mengalami pecah kaca belakang, samping kanan dan kiri. Sekira pukul 12.30 WIB, warga PSHT Ambulu Jember mendatangi Mapolsek dengan tujuan ingin mengklarifikasi peristiwa tersebut. Selanjutnya, Kapolres Jember, bersama anggota memberikan pemahaman kepada warga PSHT dan warga pun menerima. "Selanjutnya, mereka membubarkan diri," tandasnya.

Sementara, anggota Polres Jember mengevakuasi ke 17 orang suporter Bonek yang sedang liburan ke pantai Papuma. Mereka mengendarai tiga unit kendaraan.

Setelah dilakukan evakuasi selanjutnya ke 17 orang suporter bonek tersebut dikawal menuju stadion JSG Jember utk melihat pertandingan sepak bola antara Persebaya vs Persigo Semeru FC. Sampai dengan saat ini situasi masih dalam keadaan aman dan kondusif dan petugas PAM masih melakukan antisipasi kejadian susulan.

(Baca: Polrestabes Surabaya sebut Bonek dan PSHT Sudah Berdamai)


(SUR)