Polda Jatim: Wakapolda Sumut Antara Dibunuh atau Bunuh Diri

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 28 Feb 2018 19:55 WIB
penemuan mayat
Polda Jatim: Wakapolda Sumut Antara Dibunuh atau Bunuh Diri
Polisi memasang garis polisi di rumah korban di Perum Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kota Malang. Metro TV

Malang: Kepolisian Daerah Jawa Timur belum menyimpulkan kasus tewasnya mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol (Purn) Agus Samad di Kota Malang. Tapi, polisi menduga kematian Agus antara Bunuh diri atau dibunuh. 

"Ada tiga alternatif yang ditemukan dalam TKP kali ini. Namun, Polda Jatim sudah mengesampingkan kemungkinan kecelakaan. Sehingga saat ini tinggal dua alternatif, dibunuh atau bunuh diri," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu, 28 Februari 2018.

Frans mengaku kasus yang terjadi di Kota Malang ini mendapatkan perhatian tersendiri dari Polda Jatim. "Masih perlu pendalaman lagi. Hari ini (Rabu) tim kami back up lagi ke TKP melakukan konsolidasi untuk memecahkan permasalahan ini," jelasnya.

Di samping itu, Frans juga menerangkan bahwa hasil laboratorium forensik dan hasil doktoral autopsi serta visum telah diterima pihak kepolisian. "Namun kami tidak bisa menyampaikan di sini karena hasil tersebut merupakan konsumsi penyidik," terangnya.

Meskipun begitu, Polda Jatim optimistis dapat menyelesaikan kasus ini secepatnya. "Tidak ada kesulitan dalam pengungkapan kasus ini. Tinggal menyimpulkan dan memastikan apakah dibunuh atau bunuh diri. Kita juga menunggu hasil penyelidikan Inafis Polri," bebernya.

Frans menegaskan bahwa selama ini pihaknya tidak berusaha menutup-nutupi kasus ini. "Ada dua spesifikasi yang harus kita dalami dalam kasus ini, spesifikasi internal dan eksternal. Kami tidak akan pernah menutupi dan akan menjelaskan ke publik tentang kasus ini," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang purnawirawan polisi Kombes Pol (Purn) Agus Samad ditemukan tewas di rumahnya Perumahan Bukit Dieng Permai blok MB-9 RT 09 RW 05 Kelurahan Pisang Sandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu, 24 Februari 2018.

Mayat Agus ditemukan oleh sejumlah warga di halaman belakang rumahnya sekitar pukul 08.00 dengan kondisi terikat tali rafia pada kedua kakinya. Pada tubuh korban terdapat juga beberapa luka sayatan di tangan kanan dan kiri korban serta luka lecet di paha belakang korban.

Dari olah TKP sebelumnya, polisi juga menemukan bercak darah di ruang makan yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi penemuan mayat. Selain itu, ditemukan pula sejumlah barang bukti yakni silet dengan bercak darah, baygon, dan sejumlah cairan misterius.



(ALB)