Sumenep Masih Aman dari PCC

Rahmatullah    •    Sabtu, 16 Sep 2017 11:54 WIB
obat berbahaya
Sumenep Masih Aman dari PCC
Petugas Dinkes Sumenep saat monitoring apotek. Foto: MTVN/ Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dipastikan masih aman dari obat paracetamol cafein carisoprodol (PCC). Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengawasi perederan obat tersebut sebelum terjadi peristiwa heboh di Kendari, yaitu sejak tiga bulan terakhir.

“Sejak jenis obat yang tidak boleh diperjualbelikan sudah ditarik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) RI, kami terus melakukan pemantauan ke apotek-apotek,” terang Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Sumenep, Ervin, Jumat 15 September 2017.

Tidak hanya PCC, Ervin juga memastikan obat terlarang lain seperti Tramadol dan Somadril tidak ditemukan di Sumenep. Ervin juga sudah melarang pemilik agar tidak menjual obat terlarang selama tidak ada resep dokter. Jika membandel, maka sanksi pencabutan izin akan dijatuhkan pada apotek tersebut.

Tapi tentunya sanksi akan diberikan sesuai prosedur, dimulai dari teguran keras. Jika tetap tidak mengindahkan larang tersebut, maka sanksi berupa pencabutan izin benar-benar akan diterapkan.

(Baca: 12 Korban Obat PCC Masih Dirawat di RSJ Kendari)

Ervin memastikan Dinkes akan terus melakukan monitoring dan pengawasan ke semua apotek, sehingga tetap tidak ada yang menjual obat terlarang. Monitoring juga untuk memastikan kebersihan dan penempatan jenis obat agar tidak tercampur aduk.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Abrari, berharap Dinkes serius dalam melakukan monitoring ke apotek. Dia berharap Dinkes tidak memberikan kelonggaran bagi apotek untuk menjual segala jenis obat terlarang.

“Ini berkaitan dengan masyarakat langsung. Kita berharap tidak terjadi peristiwa apa pun yang berkaitan dengan dampak penyalahgunaan obat terlarang,” harapnya.

(Baca: Obat PCC Biasa Disalahgunakan PSK)





(SUR)