Sudah Gelap, Jalur Nasional Sumenep Rusak dan Berlubang

Rahmatullah    •    Minggu, 16 Apr 2017 18:03 WIB
jalan rusak
Sudah Gelap, Jalur Nasional Sumenep Rusak dan Berlubang
Aksi sekelompok pemuda di jalur nasional yang rusak dan berlubang di Sumenep, MTVN - Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Melintasi jalan nasional di Sumenep, Jawa Timur, harus berhati-hati. Sebab jalur yang menghubungkan Sumenep dengan Pamekasan itu rusak dan minim penerangan.

Kondisi itu terjadi di jalur di Kecamatan Saronggi dan Bluto. Menurut pantauan Metrotvnews.com, nyaris tak ada penerangan di jalur tersebut.

Beberapa waktu lalu, sejumlah pemuda menempatkan papan peringatan di pinggir jalan. Papan bertuliskan: Selamat Datang di Wisata Jalan Berlubang Sumenep. Tindakan mereka itu wujud kekesalan lantaran jalan tak kunjung diperbaiki.

Saiful Anwar, warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, mengatakan kondisi itu berlangsung sejak lama. Saat malam, penerangan di jalur itu sangat minim.


(Suasana di jalur nasional yang menghubungkan Sumenep-Pamekasan minim penerangan, MTVN - Rahmatullah)

Kondisi itu membahayakan pengendara. Sebab jalan nasional tersebut rusak dan berlubang. Salah-salah, pengendara bisa terjebak dalam lubang dan jatuh karena penerangan minim.

"Jangankan orang luar. Warga di sini saja, termasuk saya, merasa was-was ketika ingin keluar malam hari. Takut kecelakaan," terang Saiful kepada Metrotvnews.com, Minggu 16 April 2017.

Saiful mengatakan perbaikan pernah dilaukan di jalur itu namun hanya tambal sulam. Sehingga jalan kembali rusak.

"Makanya kami berharap diperbaiki total, bukan tambal sulam lagi. Saya tidak yakin bisa bertahan lama kalau hanya ditambal sulam," pinta Anwar.
 
Sementara Mohammad Hanafi, warga Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, mengaku kesal karena jalan nasional di wilayahnya sudah tidak ada penerangan. Kata dia, sebenarnya jalan menikung itu pernah diterangi lampu menggunakan tenaga surya. Tapi saat ini sudah mati, dan dibiarkan begitu saja tanpa diperbaiki.
 
“Padahal jalannya menikung sekali, dan tanjakan. Mestinya kan penerangan harus maksimal untuk menghindari hal-hal tak diinginkan,” terangnya.
 
Meski belum pernah jatuh korban akibat minim penerangan, Hanafi berharap pemerintah segera memasang lampu. Dia juga khawatir suasana gelap dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan, karena daerah tersebut agak jauh dari keramaian.
 
“Semoga pemerintah segera memasang lampu penerang. Dan semoga jalan itu tidak makan korban,” ungkapnya.


(RRN)