Pemkab Berharap Dana dari Pulau Lumpur Sidoarjo untuk PAD

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 19 Jul 2017 15:26 WIB
lumpur lapindo
Pemkab Berharap Dana dari Pulau Lumpur Sidoarjo untuk PAD
Alat berat dikerahkan untuk menangani banjir di dekat tanggul lumpur di Porong, Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews com, Sidoarjo: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mengelola pulau dari timbunan semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun berharap mendapat dana tambahan dari pengelolaan pulau.

KKP berencana merancang pulau di muara Sungai Porong itu sebagai destinasi wisata baru. Pengembangannya berbasis pada wawasan lingkungan dan pelestarian alam.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sidoarjo, Bachruni Aryawan, menyambut positif rencana tersebut. Ia optimistis rencana itu berlangsung dengan baik.

"Tapi kalau sudah dikelola, kami juga menginginkan tambahan dari pengelolaan itu untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ungkap Bachruni di Sidoarjo, Rabu 19 Juli 2017.

Alasannya, lanjut Bachruni, pulau yang terbentuk dari timbunan lumpur itu berlokasi di wilayah Sidoarjo, tepatnya di ujung selatan kabupaten. Areanya mencapai luas 94 hektare.

"Ada di kawasan Jabon Sidoarjo. Kami tentu ingin tambahan PAD, masa yang punya wilayah tidak dapat apa-apa," katanya. 

Pemkab, ungkapnya, menginginkan tambahan PAD sebesar 40 persen dari hasil pengelolaan pulau. Bachruni mengaku, saat ini, masih menunggu realisasi rencana dari KKP dan Pemprov Jatim.

Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), Hengky Listrik Adi, mengaku telah menyerahkan pengelolaan pulau Lumpur Sidoarjo ke Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak awal tahun 2017. 

"Semuanya sudah kami serahkan. Jadi, kewenangan terkait pengelolaan pulau Lumpur sudah menjadi tanggung jawab KKP," tegasnya. 

Sebelum peralihan, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo bertugas membuat pulau reklamasi. Lalu, pulau itu menjadi lokasi studi untuk menguji lingkungan.

"Diuji dengan penanaman tumbuhan dan budidaya ikan. Jika hidup, berarti tidak ada pencemaran lingkungan," tandasnya. 


(RRN)