Petani Paceklik, BPBD Sidoarjo Tak Terima Laporan Kekeringan

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 14 Sep 2017 14:42 WIB
kemarau dan kekeringan
Petani Paceklik, BPBD Sidoarjo Tak Terima Laporan Kekeringan
Petani di Desa Besuki, Jabon, Sidoarjo, menunjukkan kondisi sawah mereka yang mulai mengering. Foto: MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Petani padi di Desa Besuki, Jabon, Sidoarjo, mengalami paceklik. Kemarau panjang dan sulitnya mendapatkan pasokan air membuat puluhan hektare sawah mengalami kekeringan.

"Sudah dua kali gagal panen selama kurun waktu dua tahun ini. Tahun kemarin, diakibatkan hama wereng. Sedangkan tahun ini tidak ada pasokan air," kata Misbad, 51, petani di Desa Besuki, Kamis 14 September 2017.

Tanah yang ditanami padi tersebut memang bukan milik warga. Seluas  16,2 hektare merupakan TKD yang disewa warg. Sedangkan 25,8 hektare lainnya milik Pelaksana Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, para petani tak bisa lagi menikmati hasil sawah yang mereka kelola.

"Biasanya, per hektare bisa mendapatkan gabah sebanyak 8 hingga 9 ton. Untuk sekarang, ada yang sudah tumbuh, ada juga yang tidak (gabuk). Bisa dikatakan kurang maksimal," kata Misbad.

Hal yang sama juga dialami Mistar, 52, warga setempat. Sudah beberapa hari ini sawah yang ditanaminya mengalami kekeringan karena tidak ada ada air yang mengalir ke sawah mereka.

"Tanahnya sudah kering. Mungkin kalau satu minggu lagi tetap sama (tidak ada air), besar kemungkinan tanaman akan mati," jawab Mistar.

Tak ada laporan

Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dwijo Prawito mengaku belum menerima laporan soal terjadinya kekeringan. Dia bahkan tak tahu ada lahan yang gagal panen.

"Belum, belum ada laporan terkait itu (kekeringan)," ucap Dwijo saat dihubungi/.

Meski begitu, BPBD Sidoarjo tetap akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengantisipasi kekeringan susulan yang ada di wilayahnya. Dia mengklaim kondisi Sidoarjo masih terbilang aman.

"Sementara ini belum ada. Kalaupun ada nantinya kami akan berkirim surat ke Pemprov Jatim untuk langkah selanjutnya," pungkasnya.

(Baca: Sebagian Jatim Diprediksi Mengalami Kekeringan hingga Desember)
 


(SUR)