Jembatan Timbang tak Beroperasi

Kendaraan Melebihi Tonase Bebas Melintas di Jalan Nasional

Nurul Hidayat    •    Senin, 20 Mar 2017 09:17 WIB
jembatan timbang
Kendaraan Melebihi Tonase Bebas Melintas di Jalan Nasional
Truk dengan muatan melebihi batas dimensi kendaraan bebas melintas di jalan nasional Surabaya-Madiun -- MTVN/Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Dua jembatan timbang di perbatasan Kabupaten Jombang dan Mojokerto tidak beroprasi sejak Januari 2017. Akibatnya, kendaraan besar dengan tonase melebihi batas bebas melintas di jalan nasional Surabaya-Madiun.

Pantauan Metrotvnews.com, truk gandeng bermuatan melebihi dimensi kendaraan bebas melintas tanpa memasuki jembatan timbang. Sementara, di depan pintu masuk jembatan timbang terpasang rambu larangan masuk. Kondisi ini dimanfaatkan sejumlah sopir truk untuk memakir kendaraannya di sekitar jembatan timbang.

Seorang sopir truk mengaku tak tahu pasti alasan tidak beroprasinya jembatan timbang. "Karena di situ (jembatan timbang) tidak beroperasi, maka kita dapat membawa muatan lebih," kata Supriyadi, 45, di depan jembatan timbang Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Senin, 20 Maret 2017.

Menurut Supriyadi, dirinya bisa mendapatkan keutungan lebih besar dengan membawa muatan melebihi tinase. "Semakin banyak muatan yang kita bawa, kita dapat untung lebih sebagai tambahan biaya solar," jelasnya.

Senada, Aprilianto, 52, mengaku tak tahu alasan tidak beroperasinya jembatan timbang di perbatasan Kabupaten Jombang dan Mojokerto tersebut. "Itu urusan mereka yang di atas, yang jelas sudah lama tidak beroprasi jembatan timbang itu," pungkasnya.

(Baca: Polemik Pengelolaan, Jembatan Timbang di Jombang dan Mojokerto tak Beroperasi)

Sebelumnya, dua unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor (UPPKB) Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jombang dan Mojokerto tidak beroperasi selama beberapa bulan terakir. Hal tersebut buntut dari polemik pengelolaan jembatan timbang yang diambil alih Kementrian Perhubungan.


(NIN)