Pakai Tenaga Nuklir, Uji Keaslian Cagar Budaya Cukup 10 Menit

Amaluddin    •    Kamis, 10 Nov 2016 14:52 WIB
nuklir
Pakai Tenaga Nuklir, Uji Keaslian Cagar Budaya Cukup 10 Menit
Seorang perempuan menunjukkan arca Maha Nandi atau Lembu Kemakmuran yang di dalamnya tertanam relic suci, milik Yan Tek Hao, di Surabaya, Senin (31/10/2011). Foto: Antara/Eric Ireng

Metrotvnews.com, Surabaya: Tiga pakar arkeometalurgi asal Universitas Gadjah Mada, Prof Timbul Haryono, pakar nuklir dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN); Prof Samin Prihatin; dan motivator Surabaya Johan Yan, menemukan cara cepat mengindetifikasi keaslian benda cagar budaya. 

Caranya, memanfaatkan alat spektrometer sinar X dengan teknologi nuklir. "Hanya 10 menit keaslian cagar budaya bisa teridentifikasi. Dengan cara konvensional bahan kimia C14 butuh waktu berbulan-bulan," kata Johan Yan, di sela peluncuran buku "Maha Nandi dalam Perspektif Arkeometalurgi dan Teknologi Nuklir", di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (10/11/2016).

Yan mengklaim temuannya ini pertama kali di dunia. Menurutnya, belum ada peneliti meneliti keaslian cagar budaya menggunakan teknologi nuklir.

Ia mengatakan penelitian pertama yang dia lakukan adalah meneliti keaslian Maha Nandi, arca lembu dari abad IX berukuran sekitar 30 sentimeter dan sudah diteliti dengan CT Scan, MRI, serta teknologi nuklir.


Tiga peneliti yang meneliti cagar budaya menggunakan teknologi nuklir. Foto: Metrotvnews.com/Amal

Menurut dia, banyak pihak yang mendengar kata nuklir adalah senjata pemusnah massal dan penghancur peradaban. Padahal, teknologi nuklir di tangan ahlinya bisa untuk mengidentifikasi sebuah peradaban yang telah punah. 

"Kami harap metode ini bisa diterapkan oleh pemerintah untuk meneliti cagar budaya. Dengan metode ini, upaya mafia cagar budaya yang sengaja memalsukan benda bersejarah, bisa dicegah," katanya. 

Peneliti asal BATAN Prof Samin Prihatin mengakui metode ini merupakan cara baru dan pertama kali dilakukan di Indonesia, bahkan di dunia. 

"Hal ini akan mampu mendorong kalangan akademisi, terutama yang bergerak dalam bidang arkeologi, untuk terus berinovasi dalam penggunaan nuklir sebagai upaya menyelematkan serta melestarikan benda-benda cagar budaya di Indonesia," katanya.

Samin mengatakan pemanfaatan radiasi nuklir ini sebelumnya hanya digunakan untuk uji lingkungan. Misalnya, menguji limbah padat atau limbah cair.


(UWA)