Pengamat: Partai Poros Tengah Sulit Imbangi Gus Ipul-Khofifah

Amaluddin    •    Kamis, 09 Nov 2017 17:40 WIB
pilgub jatim 2018
Pengamat: Partai Poros Tengah Sulit Imbangi Gus Ipul-Khofifah
ilustrasi Metrotvnews.com

Surabaya: Partai politik (parpol) poros tengah yang terdiri dari Gerindra, PAN, PKS, sepertinya sulit mewujudkan jaoannya pada Pilgub Jawa Timur 2018. Pasalnya ada tantangan berat yang harus dilaluinya.

“Walupun ada tokoh sekaliber Emil Dardak dari data survei, Emil masih terasa berat jika ingin mengimbangi potensi dua nama (Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa, red.). Sebab di Jatim kulturnya didominasi Nahdliyin dan Nasionalis,” kata pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Fahrul Muzaqqi, dikonfirmasi, Kamis, 9 November 2017.

Dalam pertimbangan pragmatis, menurut Fahrul, parpol poros tengah tetap sulit untuk menyaingi dua nama yang sudah muncul. Namun, parpol poros tengah masih ada celah bagi ketiga partai itu, mengingat Pilgub 2018 nanti tidak bisa terlepas dari Pilpres.

”PAN juga masih memiliki basis Muhamadiyah, dan ini bisa jadi modal untuk bergaining posisi masih kuat," katanya.

Lain halnya dengan PKS. Fahrul menilai PKS memiliki mesin yang baik, dalam arti masa militan di Jatim. Namun PKS belum memiliki basis massa kongkrit di daerah Jatim, sehingga PKS harus terus bekerja keras jika ingin bertarung di Pilgub Jatim.

“Tetapi jika mereka (Gerindra, PAN, PKS, red) berkolaborasi membikin poros baru bisa menjembatani irisannya di Jatim ini. Tantangan terbesar tiga partai besar itu adalah masalah waktu. Karena kesiapan dengan mempopulerkan tokoh yang akan diusung agak terlambat. Jadi harus ngoyoh,” katanya.

Tiga parpol itu yakni Gerindra, PAN, dan PKS telah sepakat untuk membangun poros tengah. Poros tersebut diberi nama menjadi Poros Emas, yang bakal memberikan kejutan bagi masyarakat Jatim pada Pilgub 2018 mendatang.


(ALB)