Simpan 500 Gram Ganja, Seorang Kakek di Depok Diciduk

Kisar Rajaguguk    •    Senin, 13 Nov 2017 08:38 WIB
narkobaganja
Simpan 500 Gram Ganja, Seorang Kakek di Depok Diciduk
Ilustrasi--Antara/M Agung Rajasa

Depok: Alwi, 72, harus menghabiskan sisa hari tuanya di balik jeruji penjara. Kakek dari 12 cucu ini diciduk karena menjadi perantara dan kurir dalam jual beli ganja.

Kini, Alwi ditahan di sel Polres Depok di Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas. Alwi ditangkap polisi di kediamannya di Kampung Cipayung, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, Kota Depok Sabtu 11 November 2017.

Kakek renta yang sehari-hari bekerja sebagai sopir awak angkutan umum perkotaan (angkot) D-02 trayek Simpang Depok-Terminal Terpadu, Pancoran Mas ini awalnya berkeras tak mengakui perbuatannya. Setelah rumahnya digeledah polisi mendapati 500 gram ganja.

Barang haram itu disimpan di bawah kasur kamarnya. “Alwi kami amankan beserta barang bukti ganja seberat 500 gram. Pelaku juga tak melawan saat penangkapan, “ kata Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Depok Ajun Komisaris Darminto, Minggu 12 November 2017.

Baca: Polisi Buru Bandar Penyalur 119 Paket Ganja

Darminto menjelaskan, Satuan Reserse Narkoba Polres Depok melakukan tindakan penangkapan setelah mendapat laporan dari warga. Atas laporan itulah, Sopir Angkot itu ditangkap pihak berwajib.

"Atas informasi tersebut dilakukan penyelidikan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba dan didapati tersangka Alwi sebagai pengedar dan dilakukan penangkapan," jelasnya.

Secara terpisah, Alwi mengaku baru sebulan menjadi pengedar ganja. Pelaku biasanya menjual ganja kepada siapa saja yang membutuhkan. "Pengedarannya kepada siapa saja," ungkap dia.

Tersangka mengaku memperoleh pasokan ganja seberat 500 gram dari seorang bandar di Jakarta. Dia menjual ganja dari paket kecil hingga sedang. "Paket kecil dijual dari Rp50 ribu," ucap dia.

Menurut dia, pekerjaan ini dilakukan karena kebutuhan hidup yang saat ini semakin tinggi. Sebagai seorang sopir angkot dirinya tidak mampu memenuhi kebutuhan dapurnya. "Jadi sopir angkot sekarang sepi, Rp20 ribu juga jarang dapat. Makanya saya jadi kurir," terang dia.

Darminto mengatakan, pihaknya berupaya untuk terus memberantas para bandar, kurir dan mengguna narkoba yang ada di wilayah hukumnya. “Kami akan terus melakukan upaya memberantas tindak pidana narkoba, “ paparnya.


(YDH)