Soal Pungli, Mahasiswa Baru Laporkan Rektor UINSA Ke Ombudsman

Amaluddin    •    Selasa, 30 Aug 2016 22:07 WIB
pendidikan
Soal Pungli, Mahasiswa Baru Laporkan Rektor UINSA Ke Ombudsman
Gerbang kampus UINSA. Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Mahasiswa baru melaporkan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Abdul A'la, ke Ombudsman Perwakilan Jawa Timur menyusul adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

Laporan itu dilayangkan mahasiswa berinisial RB yang merasa tak ada tindak lanjut dari kampus terkait pungutan liar yang dikutip panitia Orientasi Cinta Akademik dan Almamater (OSCAAR).

RB adalah bagian dari 830 mahasiswa baru di Fakultas Syariah yang dimintai sumbangan oleh panitia sebesar Rp147 ribu untuk keperluan membeli atribut dan souvenir dalam kegiatan tersebut.

"Tadi saya sudah melaporkan kasus pungli itu ke Ombudsman Jatim, biar ada tindakan tegas," kata RB, kepada Metrotvnews.com, Selasa (30/8/2016).

Kepala Perwakilan Ombudsman Jatim, Agus Widiyarta, membenarkan dirinya telah menerima laporan pengaduan itu. Agus menyatakan akan menindaklanjutinya.

Keputusan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), panitia PKKMB dilarang memungut uang dari mahasiswa baru dengan alasan apapun. 

"Nanti kami akan menindaklanjuti laporan itu. Mungkin Minggu depan kami akan klarifikasi kepada pimpinan universitas terkait," kata Agus.

Baca: Mahasiswa Baru UINSA Keluhkan Pungli oleh Panitia Ospek

UINSA Surabaya memiliki sembilan fakultas dengan jumlah mahasiswa baru 2016 sebanyak 4.373 orang. Hanya satu dari sembilan fakultas yang tidak dimintai sumbangan, yakni Fakultas Sains dan Teknologi. Adapun pungutan yang dimintai berbeda besarannya di setiap fakultas.

Rektorat UINSA melarang adanya pungutan atau sumbangan dalam bentuk apapun untuk kegiatan OSCAAR. Sebab, semua pembayaran telah menjadi satu saat pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru. 

Dalam SK itu dijelaskan bahwa panitia dilarang melakukan kekerasan, eksploitasi, intimidasi dalam bentuk penekanan baik fisik maupun nonfisik. Panitia dilarang menghimpun bantuan atau sumbangan dalam bentuk apapun. Bila melanggar ketentuan tersebut, akan dikenakan sanksi.


(UWA)