Lembaga Tangani Anak Korban Kekerasan di Sidoarjo hingga Tingkat Kecamatan

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 23 Nov 2016 18:31 WIB
kekerasan anak
Lembaga Tangani Anak Korban Kekerasan di Sidoarjo hingga Tingkat Kecamatan
Anak-anak dan orangtua bermain bersama di area Taman Bungkul di Surabaya, MTVN - Ririn

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki sejumlah lembaga untuk menangani korban kasus kekerasan. Bahkan, lembaga tersebut memiliki fasilitas hingga ke tingkat kecamatan.

Luluk Fauziyah, pendamping di Pusat Pendampingan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sidoarjo, mengatakan bukan hanya anak-anak di perkotaan yang membutuhkan perhatian. Anak-anak di desa juga membutuhkan hal yang sama.

Apalagi, kehidupan di desa ternyata lebih kejam bagi anak-anak daripada di kota. Sementara orang tua di perkotaan lebih kerap memelototi teman-teman anaknya.

Baca: Kekerasan Anak Justru Banyak Terjadi di Desa

Luluk mencontohkan P2TP2A memiliki 19 jaringan sejak berdiri pada 2001. P2TP2A diawasi Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM-PKB). Bahkan, ada sebagian ormas keagamaan yang turut serta bekerjasama dengan P2TP2A dalam menangani persoalan anak. 

"Ada Aisiyah (Muhammadiyah) dan Muslimat NU yang turut serta melakukan pendampingan. Tapi mereka masih belum punya pendampingan hukum. Makanya, kalau ada laporan dari masyarakat ke ormas keagamaan ini, langsung dilimpahkan ke kami," tegasnya. 

Diakui, bahwa banyak kalangan masyarakat yang belum memahami kondisi lembaga ini. Bahkan, saat terjadi kasus kekerasan yang menimpa anaknya, tak sedikit orang tua yang terlihat bingung. 

Lembaga sudah berulang kali melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Bagaimana mencegah terjadinya kekerasan, maupun penanganan saat terjadinya kekerasan. Namun, hal ini kembali pada kesadaran diri masyarakat itu sendiri. 

"Orang tua harus tahu. Kalau ada hal seperti itu harus dibawa ke mana. Bahkan juga harus ada tanggung jawab dari masyarakat yang sudah mengikuti sosialisasi untuk menyebarkan informasi tersebut kepada sanak saudara, maupun tetangga," tandasnya. 


(RRN)