Mantan Kades Penjual Lahan Kas Desa di Sidoarjo Ditahan

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 01 Nov 2016 21:20 WIB
sengketa
Mantan Kades Penjual Lahan Kas Desa di Sidoarjo Ditahan
Aksi warga berunjuk rasa memprotes penjualan lahan di Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kejaksaan Negeri Sidoarjo menahan mantan Kepala Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Zaenal Abidin, 49, Selasa 1 November 2016. Warga Dusun Genengan, Desa Popoh, ini tersandung kasus penjualan tanah kas desa (TKD) seluas 5,8 hektare.

Penahanan Zaenal dilakukan setelah Kejari Sidoarjo memeriksa dia sekitar sembilan jam. Zaenal diperiksa bersama satu tersangka lain dan lima saksi. "Sebenarnya ada 8 yang diperiksa, tapi dua saksi berhalangan hadir karena sakit," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Adi Harsanto.  

Kejari Sidoarjo menahan Zaenal karena dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mempengaruhi saksi-saksi. Zaenal lantas dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sidoarjo. 

"Ada 17 materi pertanyaan yang diajukan penyidik, semua pertanyaan menuju ke penjualan tanah TKD pada saat yang bersangkutan menjabat kepala desa pada 2010 lalu," kata dia.

Kasus penjualan TKD mulai terungkap saat warga berunjuk rasa di depan pabrik pembuatan kapal yang berada di Desa Popoh pada Selasa 1 Desember 2015. Diduga, sebagian tanah seluas 5,8 hektare yang ditempati pabrik itu merupakan TKD yang dijual perangkat desa pada 2010. 

Saat itu, perangkat desa diduga menjual TKD kepada perorangan, yakni Burhan, yang saat ini sudah meninggal. Pihak ahli waris Burhan berniat menjualnya kembali ke pemilik pabrik pembuatan kapal. 

Ahli waris sempat kesulitan mengurus legalitas tanah tersebut. Karena tanahnya berstatus TKD, ahli waris mencoba untuk mendekati pemerintah desa untuk memuluskan niatnya.


(UWA)