Menristekdikti Minta Seluruh Rektor Profiling Dosen dan Mahasiswa

Amaluddin    •    Kamis, 22 Nov 2018 17:13 WIB
radikalisme
Menristekdikti Minta Seluruh Rektor Profiling Dosen dan Mahasiswa
Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir di kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Kamis, 22 November 2018. Medcom.id/ Amaluddin.

Surabaya: Badan Intelijen Negara (BIN) sebelumnya menyebut ada tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia terpapar radikalisme. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, pihaknya telah meminta seluruh rektor kampus di Indonesia untuk melakukan profiling terhadap dosen dan mahasiswanya.

"Sebenarnya sejak 2017 sudah dilakukan. Tapi memang ditemukan ada beberapa mahasiswa dan dosen. Kita juga lakukan pembimbingan untuk dosen, tapi kalau mereka memilih merongrong NKRI, kita persilakan keluar dari PNS-nya," kata Nasir di kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Kamis, 22 November 2018.

Nasir tak mengelak terkait temuan BIN terhadap tujuh PTN di Indonesia terpapar radikalisme. Namun, Nasir enggan merinci tujuh kampus negeri tersebut.

"Yang jelas, di seluruh daerah Indonesia ada, tidak hanya Jawa Timur. Kalau mereka bisa dibina dan mau kembali ke NKRI, ya kita bimbing," ungkap Nasir.

Meski demikian, Haris mengatakan ada beberapa dosen paham radikal yang sudah dibina oleh Kemenristekdikti. Mereka tersebar di Indonesia seperti di Semarang, Surabaya, Bandung dan Solo.

"Setelah dibina, mereka menyatakan ikrar dan menandatangani pakta integritas untuk kembali ke NKRI. Mereka kan PNS yang digaji negara, masak merongrong NKRI. Kalau tidak mau dibina, silakan keluar dari PNS," beber Nasir.


(DEN)