Polisi Bongkar Makam Diduga Korban Jamu Beracun Buatan Istri

Rahmatullah    •    Selasa, 18 Dec 2018 20:18 WIB
pembunuhan
Polisi Bongkar Makam Diduga Korban Jamu Beracun Buatan Istri
Proses pembongkaran makam di Sumenep – Medcom.id / Rahmatullah

Sumenep: Tim Laboratorium Forensik Labfor Polda Jawa Timur membongkar makam seorang pria di Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Selasa, 12 Desember 2018. Pembongkaran dilakukan lantaran korban Mistoyo, 45, diduga diracun oleh istrinya sendiri, berinisial IN.

Pantauan di lapangan pembongkaran dilakukan secara tertutup. Tim didampingi aparat kepolisian Polres Sumenep. Pembongkaran makam sebagai tindak lanjut laporan  keluarga korban pada Sabtu pekan lalu, 15 Desember 2018.

Mistoyo meninggal di Puskemas Batang-batang pada Kamis lalu, 13 Desember 2018. Ia ditemukan sang anak dalam keadaan kejang-kejang setelah minum jamu buatan istri. Seorang saksi mengungkapkan sisa jamu tersebut diberikan ke anak ayam. Hanya berselang tiga menit, anak ayam ikut mati.

“Pengakuan langsung dari istrinya sudah ada. Cuma dari polisi masih menunggu autopsi ini,” ujar adik korban, Haris, ketika ditanya siapa pelaku yang diduga meracuni Mistoyo.



Haris menuturkan kejadian tersebut akibat korban mengetahui istrinya selingkuh. Ia mengaku heran, karena yang ketahuan selingkuh bukan korban. Malah saudaranya justru tewas setelah menenggak jamu diduga beracun setelah mengetahui sang istri selingkuh.

Sementara Dokter Spesialis Forensik Polda Jatim, Kompol Bambang Widiatmoko, menjelaskan korban diduga meninggal keracunan. Untuk memastikan hal itu, dia menyebut harus diambil sampel dari tubuh korban yang diyakini mengandung unsur-unsur diduga racun, seperti lambung, darah dan urine.

“Karena korban sudah lama di makam, makanya yang bisa kita lakukan adalah pengambilan beberapa organ yang diduga tempat yang bisa ditemukan unsur-unsur yang diduga racun,” jelasnya.

Proses pembongkaran makam mengundang perhatian ratusan warga setempat. Tapi polisi sudah menyeterilkan lokasi dengan memasang garis polisi. 


(ALB)